Thursday, 27 February 2014

Teratai Lembah Hati

Penatku melalui hilir sungai yang sama saat kejenuhan menyapaku...
Seiringdengan jalannya senyuman dan barisan kata biasa yang sering lita ucapkan
Aku punya mimpi yang terkadang terasa dekat, bila mungkin biss bersamamu, tapi pada akhirnya juga yaitu hari ini aku menyadari bahwa hati kita jauh, bahkan sangat jauh...
Bersamaandengan waktu yang kita rasa adalah waktu terbaik untuk kita melangkah menuju istana yang dinamakan perjanjian terhebat, tapi tidak meyakinkan aku bahkan termasuk kamu untuk bisa bersatu menuju jalan itu bersama...

Deretan  keinginan yang memacu jantung ini untuk berdetak lebihi kencang pada saatnya aku berfikir bahwa mungkin Allah menyimpan seseorang yanglain untukku, tapi bukan menciptakan kata kita untuk aku dan kamu..

Bolehkah aku terhanyut dalam barisan kesenanganyang kuanggap sangat penting bagiku?? Barisan kesenangan dan peta jalan yang ingin aku ukir bersama seseorang yang menjadi imamkudi hadapan Tuhan...

Berjalan lagi aku dengan semua aktivitas yang harus aku jalankan dengan keikhlasanuntuk menjadikan diriku insan bahagia dengan kesyukuran yang selalu harus dikumandangkan...

Terlihat lagi teratai dalam rawa tanda tanyayang aku yakinkan masih terus menyusun kata dan kalimat untuk bertanya lagi dan lagi...

Pada akhirnya lembah menutupi rawa itu dan menciptakan barisan bukit yang dijadikan bingkai indah dengan semua suka dan dukanya tergambar dalam bingkai keemasan hati yang tersimpan dalam hidup kita...
Categories:

0 comments:

Post a Comment