Sepenggal kisah yang sudah terlewati sepertinya bukan hanya menyanjungkan ketegaran hati, mungkin melebihi kata dan arti utk mengerti. Klo boleh jujur, sampai sekarang kata mengerti masih terasa lelah utk dipahami, walaupun aku merasa itu adalah tugas seorang manusia.
Keadaan, kekhawatiran, dan penghambaan diri seakan menyatu setiap kali ada goncangan yang terasa menyakitkan. Walaupun sebuah kapal yang kokoh tetap merasakan goncangan dari ombak kecil yang terkadang tak menampakkan dirinya sebagai sebuah arus kencang yang membutuhkan banyak energi utk menjadikannya ada...
Diam, bukan berarti mengajak org lain utk mengerti, tapi diam hanya menyakiti... Diam bukan berarti meneteskan garam pada luka, mungkin melebihi kata emas yang selalu melekatinya... Bukankah semua itu Ada tempatnya??? Perkataan yang melemahkan dan mengeringkan pikiranku, tapi mungkin juga itu salah satu arti utk dapat mengerti...
Aku banyak melihat ke-egoisan hamba yang selalu ingin dimengerti, tapi pernahkan dia mencoba mengerti. Aku juga melihat seorang hamba yang selalu mencoba mengerti, tapi tersakiti karena tidak pernah dimengerti oleh seseorang yang didambakannya... Maaf, diri ini cuma bisa berkata "bersabarlah karena kamu telah memilih"... Allah Maha Tahu atas apa yang sudah ditetapkan-Nya...
Aku benci kata "konflik", karena itu yg selalu terjadi difikiran ini... Diri yang berdiri tegak, seperti tidak terjatuh walaupun ada angin kencang yang berhembus, walaupun sebenarnya tubuh ini seperti kayu yang rapuh, yang terjatuh dan sakit saat ada yang menyentuh konflik difikiran...
Sekarang, raga yang terduduk sepi terkadang mematahkan semangat diri yang mencoba utk mengaturnya dengan kata Sendiri dan Sensitif... Aku yakin ini semua proses, semoga Allah membimbing hati dan pikiranku dalam perjalananku di Bumi-Nya...
Seuntai bait yang tertata, demi kajian utk mengerti diri... Semangat Devi!! ^_^








0 comments:
Post a Comment