Thursday, 27 February 2014

Bermimpilah, maka kamu akan mengerti :)

Saat memikirkan kata bermimpi, aku mengingatkan diriku sendiri untuk dapat menjalani hidup dengan impian setinggi-tingginya, karena keyakinan bahwa hidup berawal dari mimpi. Pencapaian terhadap mimpi itu sendiri adalah dengan keyakinan bahwa diri ini mampu dan ber "positive thinking" dengan ketentuan Allah, Tuhan Yang Maha Esa, karena diri sendirilah yang memacu semangat itu untuk menjadikan kata sanggup dekat dengannya atau menjauhkannya dari diri. Aku hanyalah seseorang yang biasa-biasa saja, yang masih belajar tentang apa itu hidup yang sebenarnya, yang menggabungkan kesulitan,kesedihan, kegalauan, kesenangan, rasa syukur, dan rasa-rasa indah lainnya menjadi satu untuk mencapai kata "mengerti." Aku bermimpi ingin mencari ilmu sebanyak mungkin yang aku mampu di tanah Allah yang berbeda-beda, karena aku ingin mempelajari hidup dengan cara berada di tempat-tempat itu untuk mengerti arti kehidupan bagi setiap insan di setiap tempat yang berbeda budaya, pola pikir dan kebiasaannya dan pada akhirnya aku ingin menjadi seorang dosen, penulis dan seorang ibu  untuk membagikan apa yang telah aku mengerti kepada sosok lainnya. Terlalu besar mimpi ini memang, tapi itulah "impian", Allah yang menentukan semuanya, jika itu adalah yang terbaik, semua itu dapat aku raih, jika bukan yang terbaik maka mimpi ini akan menjadi impian lainnya yang lebih sesuai menurut Allah, In Shaa Allah...


Aku termasuk penggemar ilmu, karena aku percaya bahwa tidak ada kata cukup untuk ilmu dan aku ingin selalu belajar dan belajar, karena semakin dipelajari, semakin tahu bahwa ilmu Allah itu terlalu luas dan banyak, sehingga syukur bisa selalu berjalan lebih dekat dengan diri ini, itu kamus kehidupanku. Aku bisa memperjelasnya di sini bahwa belajar bukan selalu berada di kelas dan mendengarkan guru yang berbicara, mengerjakan tugas, menyelesaikan soal-soal ujian dan akhirnya mendapatkan nilai, tapi belajar di sini selain dari sisi itu bisa dilihat dalam arti belajar di ruang kehidupan dengan ilmu yang bukan hanya matematika, fisika ataupun biologi, tapi ilmu tambahan yaitu ilmu hidup.

Proses hidup yang membawaku untuk “bermimpi dengan besar” dan selalu mencoba untuk mendalami makna kata itu yang sebenarnya. Proses hidup pula yang membawa keberanianku untuk memilih melanjutkan kuliahku ke Australia setelah lulus SMA pertengahan tahun 2006 lalu dengan hambatan yang sebenarnya telah aku ketahui dan pada akhirnya harus siap menghadapinya di masa depan, yaitu finansial dan perubahan pola hidup yang signifikan. Alhamdulillah keberanian telah aku tanamkan dalam diriku untuk mengambil langkah awal ini untuk menuju mimpi besarku dan telah aku mengerti ini adalah pilihanku. Menurutku, setiap pembelajaran dari kisah hidup ini adalah mengerti apa yang telah dipilihnya, sehingga mengerti pula apa yang harus disadari saat ada rintangan yang menghambat suatu proses menuju tujuan atau mimpi itu sendiri. Satu hal juga yang bisa aku mengerti adalah semua pilihan atau tindakan itu mempunyai alasannya tersendiri dan tidak mungkin sesuatu hal itu tidak memiliki alasan. Pilihanku untuk melanjutkan kuliahku ke Australia terlebih dahulu adalah ingin menguatkan modal awalku untuk menuju pendidilkan dengan standard International, yaitu mendalami bahasa inggris yang menjadi bahasa International.

Tahun 2006, aku masih ingat tepatnya 1 October 2006, kakiku pertama kali menginjak di negeri ini, negeri yang sama sekali tidak aku kenal, negeri yang hanya pernah aku dengar namanya dan tidak pernah mengetahui seperti apa negeri ini, yaitu Australia, tepatnya di Sydney. Jujur aku katakan bahwa aku memulai semuanya dengan kenekatan, tapi kenekatan itu membawaku ke banyak proses hidup yang sampai saat ini sudah 7 tahun terlewati dan aku masih juga coba terus untuk  pelajari agar bisa lebih mengerti . Satu motivasi yang bisa aku katakan bahwa mulailah dengan tekad yang kuat, saat semuanya harus kamu hadapi dan terasa sulit, kembali fikirkan tekad itu, karena itu akan merubah hambatan menjadi pemacu jiwa untuk melangkah lebih gesit lagi melalui semuanya. Itu yang aku lakukan aku bertekad dengan injakan pertamaku di Australia ini, bahwa aku tidak akan pergi kemanapun untuk menyerah sebelum aku menyelesaikan Bachelor/ S1 di Australia dan melanjutkan misi impianku untuk pendidikanku ke tempat-tempat lain nantinya, In shaa Allah.

Tahun 2008, aku menyelesaikan Diploma pertamaku yaitu “Diploma of Science and Engineering” dengan nilai yang memuaskan, karena aku ingin Diploma ini sebagai ucapan terima kasihku kepada orang tuaku yang telah membiayai dan mendo’akan aku selalu selama aku menjalani proses menyelesaikan Diploma itu.
Setelah menyelesaikan Diploma itu barulah aku memulai perjalanan yang lebih menyenangkan, menyedihkan bahkan membuatku takjub pada arti hidup sebenarnya, mulai tahun 2008 awal aku memulai menopang hidupku sendiri dengan semua yang apa adanya, aku mulai bekerja, membiayai hidupku dan kuliahku sendiri. Setelah menyelesaikan Diploma yang pertama aku memutuskan untuk mengambil Diploma keduaku yaitu "Diploma of Information Technology" dan aku selesaikan pada pertengahan 2010 lalu, aku memutuskan mengambil langkah ini karena aku ingin menjadi sosok yang "Mandiri", aku ingin mengumpulkan uangku sendiri untuk menyelesaikan Bachelorku nanti sampai aku selesai.

Alhamdulillah pertengahan tahun 2010 aku memulai kuliah Bachelorku, tapi ada langkah yang kurang tepat aku ambil pada saat itu, yaitu aku memutuskan semua saat aku sedang emosi. Aku tidak membenarkannya dan aku tidak menyalahkan langkah yang kurang tepat yang kuambil ini. Banyak hal yang aku pelajari dari hal-hal yang terjadi waktu itu, tentang ketenangan, kebijaksanaan, kekuasaan Allah yang besar, dan tentang rasa syukur yang begitu menenangkan. Sejak saat itu aku lebih memotivasi diri untuk selalu berfikir positif terhadap setiap hal, termasuk hal-hal yang kecil.

Selanjutnya awal tahun 2011 aku memutuskan pindah ke universitas lain dan memulai Bachelorku lagi, Alhamdulillah awal 2013 aku meraih mimpi pertamaku, mimpi untuk menyelesaikan Bachelor di Australia, mimpi yang awalnya kelihatan tidak mungkin, tapi aku telah membuktikan bahwa dengan keyakinan, kerja keras dan keyakinan pada Allah, Sang segala Maha. Semua itu mungkin, karena aku juga meyakini bahwa kata "tidak mungkin" hanya milik-Nya, dan Allah menyebarkan kata mungkin untuk manusia, untuk diambil dan dimengerti. Selanjutnya aku bisa melanjutkan mimpi ini ke langkah yang lebih tinggi lagi, sampai akhirnya mimpi itu dapat aku selesaikan, In Shaa Allah, Amin...

Mengartikan sebuah mimpi memerlukan pengalaman dengan bermimpi sehingga akhirnya bisa mengerti. Jangan berhenti bermimpi, walaupun terkadang sebagai manusia kita merasakan kejenuhan, tapi mengertilah dengan pengaturan yang baik, pengertian pada kata keikhlasan, dan tekad untuk terus belajar semuanya akan menjadi lebih terkontrol. Satu hal yang paling dibutuhkan juga, yaitu orang-orang pendukung untuk mengingatkan kita pada motivasi awal dan tidak menyerah saat semuanya hanya pada tahap sedang mencapainya, In Shaa Allah...

Ini untuk mengingatkan diri aku sendiri dan semoga bisa memotivasi yang membacanya, In Shaa Allah...

Selamat mencoba, hehehe^_^

0 comments:

Post a Comment