Monday, 16 June 2014

Proposal Ta'aruf

Komitmen untuk berta'aruf dan mencoba menjaga diri untuk tidak mendekati sebuah hubungan yang disebut dengan pacaran adalah sesuatu hal yang benar-benar harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Sekarang ini, pacaran adalah salah satu hal biasa dan pasti sering mengusik seseorang yang telah memilih cara syar'i ini sebagai pilihannya untuk mencari pasangan hidupnya.

Pertama kali saya memutuskan ta'aruf sebagai pilihan saya, banyak yang saya tanyakan kepada murabbi (guru) saya, diantaranya adalah apa sebenarnya ta'aruf itu? bagaimana prosesnya? Termasuk mempertanyakan kesiapan diri saya sendiri dengan bertanya apa tanda-tandanya? Dan yang paling penting juga tentang ta'aruf adalah membuat sebuah proposal, pastinya ini topik yang paling banyak saya tanyakan, dikarenakan saya belum pernah membuat itu sebelumnya. 

Setelah saya merasa semua sudah cukup jelas, saya pun membuat sebuah proposal ta'aruf. Mungkin ada baiknya saya menjelaskan tentang apa itu proposal ta'aruf. Proposal ta'aruf adalah tulisan tentang diri kita dan fikiran atau ide kita tentang pernikahan, visi dan misi sebagai manusia dan setelah menikah, rencana-rencana yang ingin dilakukan di masa depan, tentang keluarga kita dan lain-lain yang ingin kita ceritakan, sehingga saat nanti memulai sebuah proses, ikhwan (laki-laki)/ akhwat (perempuan) yang akan berta'aruf dengan kita, bisa mengenal sedikit, walaupun terkadang belum pernah bertemu.

Banyak cerita tentang ta'aruf yang saya dapat, berhubung Alhamdulillah kakak-kakak dan teman-teman satu pengajian dan orang-orang sekeliling saya banyak yang memilih cara ini. Dari cerita lucu tentang pertama kali bertemu, kisah sedih saat ta'aruf tidak dilanjutkan karena hal-hal yang tidak memungkinkan, sampai cerita ketegangan di hari pernikahan karena mereka tidak pernah bertemu dan baru bertemu pada hari H pernikahan... Subhanallah memang semua cerita-cerita itu.. Saya mempunyai kisah sendiri tentang ta'aruf ini, tapi belum bisa saya bagikan secara detail, dikarenakan saya sendiri masih dalam proses mencari :) In shaa Allah, jika saya sudah menikah suatu hari nanti, saya akan ceritakan sampai tamat, dikarenakan juga episode masih berjalan dan cerita masih dirangkum alias belum tamat dan juga judul tulisan ini tentang proposal ta'aruf bukan tentang ta'aruf, heheheh...

Satu hal yang pasti terjadi pada setiap insan yang akan mulai berproses dan menerima sebuah proposal ta'aruf dari lawan jenis yang akan berta'ruf dengannya yaitu perasaan deg-degan yang sangat hebat ditambah dengan fikiran yang menjadi tidak jelas dan bercabang-cabang :)

Sebuah email yang biasanya menjadi hal yang wajar menjadi aneh dan menegangkan saat ada sebuah email masuk dari murabbi dengan subject yang judulnya 'proposal ta'aruf dari ikhwan bla bla', jari tangan bergetar dan rasa-rasanya butuh tenaga extra besar untuk mampu membukanya :), ini dikarenakan diri memahami bahwa sebuah email ini bisa saja berisikan masa depan, heheh... Atau saat satu kumpulan kertas 'proposal ta'aruf dari ikhawan bla bla' disodorkan oleh murabbi saat liqo' (pengajian), lebih parah lagi perasaaannya pastinya :)

Saya yakin itulah jalan cinta Allah yang terrangkum dalam sebuah tulisan untuk mencari pendamping di dunia dan akhirat kelak.. In shaa Allah.. Semoga ridho dan rahmat Allah selalu terlimpah kepada kita semua, Amiin....