Saturday, 29 March 2014

My Name is Islam



Islam 101. Amal Ahmed Albaz

Let me, introduce myself.
My name, is Islam.
The root word of peace- salam,
Or even salema- meaning submission.
Which to a Muslim, is like his tuition.
It's his ticket in,

But before I begin,
Let me greet you, like I'm supposed to do,
So Assalamu alaikum, may peace be upon you!

You know? It's kinda' funny...
I'm accused of oppressing, when really I'm oppressed.
I've become on the list of things to detest.
I'm screamed in rage, in almost every protest,
& I've become the "red scare", a "threat to the west".


You see?
If you look at me, and all my obligations,
You'll see why I have such a great population,
It's cause there's the motivation,
And that sense of inspiration,
That keeps "Muslim" as their occupation.

To me, being a good Muslim means being a good person.
'cause I'll never ask you to kill or to slay,
Or to lie at least 5 times a day.
I'll never ask you steal, or to hate,
Or to swear or discriminate.

I actually tell you to smile to everyone you see,
Cause a smile's the best form of charity.
I tell you to not smoke and not to drink,
To stay clean and take showers so you simply don't stink.

I tell you to care for animals and treat them with care,
So yes, I'm against animal testing & abuse in case you weren't aware.
I tell you to treat those who treat you bitter...better.
I tell you not to be mad at someone for more than 3 days,
I tell you to respect women and lower your gaze.
I tell you that paradise lies under the feet of your mother,
I tell you to passionately love your significant other.
I tell you to never mistreat your wife!
I mean...if I tell you to care for animals, then what about the love of your life?

I tell you to be precious, and save yourself for the "one".
So you don't keep giving yourself away...till you're literally done.
I tell you to be moderate and that balance is key,
Just in the middle is the perfect place to be.
I tell you to excel in all that you do,
From that essay to that slam-dunk too!
I tell you to clear your ignorance and to never judge,
To love for your bro what you love for yourself; & to never hold a grudge.
I tell you how to be a good person. A person of peace, and a person of love.

&

They say I'm a terrorist,
An extremist.
And you know what? I am.
I am a terrorist; I terrorize terror,
I kill injustice to make this world fairer.
I am an extremist; I am extremely kind.
So beware of my extreme benevolence, to all of mankind.
Yes, there are those who kill and bomb in my name,
But if I don't approve, then why am I to be blamed?
In every religion, you'll find those who abuse it,
Thinking they have a permit,
To do wrong.

A religion maybe perfect, but the followers may not be.
So when mine commit mistakes, don't blame it on me.
I give what I got, and what I got is good.
So if they do otherwise...they misunderstood.



I'm not here to preach, I'm only here to teach.
I'm a professor in politics, economy and sociology.
In manners and etiquette, I got my PHD.
To all my teachings, I have two sources.
The book of God, and the words of the prophet are my resources.
I teach for free and to whoever desires to learn,
It's all for the sake of Allah, I ask for nothing in return.



Listen,
I'm not here to convert, but just to clear misconceptions.
With the way I'm viewed and my common perception.
Because yes, it hurts when I'm literally abused,
By some, who do it for pleasure, just to be amused.



By some, who just follow the "trend" cause they're clearly confused.
In a nutshell, my name is Islam,
And everything I do, goes back to Salam..peace.
& so as your prof, I need to make sure you pass this test called Life.


Hope you enjoy it, benefit from it and spread it inshAllah! :)

Twitter: https://twitter.com/AmalAlbaz
Facebook Page: http://www.facebook.com/albazpoetry 

Video Courtesy of Ink of Knowledge Productions
Ink of Knowledge YT Channel:http://www.youtube.com/inkofknowledge

Subhanallah.....

Thursday, 27 March 2014

Bermain dengan kata "cinta"

Semua kata memiliki arti dan manusia paling sering mencari pengertian dari kata yang satu ini, yaitu "Cinta" dan saya termasuk di dalam golongan orang-orang tersebut. Berhubung cinta itu banyak, yang saya akan coba ceritakan adalah cinta terhadap lawan jenis...

Yang pertama saya lakukan adalah mengelompokkan kata ini dalam satu golongan, sehingga pengertiannya bisa dicari lebih detail lagi. Golongan yang saya pilih adalah "Perasaan". Perasaan sendiri adalah rasa yang tergerak dalam hati, baik itu berupa sedih, senang, tidak jelas atau sekarang disebut "galau", ataupun tidak suka/ kesal...

Uniknya cinta, semua rasa yang saya sebutkan di atas dirasakan bersamaan dalam satu proses yang terkadang mengakibatkan jantung berdegup kencang, keringat dingin ataupun merinding. Subhanallah, Maha Kuasa Allah yang telah menciptakan perasaan cinta pada diri manusia...

Dalam menjalani cinta itu juga banyak kebingungan yang saya rasakan dari semua hal yang saya lihat dan dengar. Tapi satu hal yang saya percaya yaitu cinta hakiki hanya ada di dalam pernikahan dan tidak percaya dengan cinta sebelum menikah, klo kata orang namanya gombal...

Saya melihat wanita yang sangat bersabar dengan apapun hal kurang baik yang dilakukan suaminya, karena cinta. Sebaliknya ada seorang pria yang rela melakukan apa saja dan menutup mata atas sifat dan tingkah laku istrinya yang tidak baik atas nama cinta.

Terkadang cinta itu saya dengar penuh amarah, terkadang terlalu lemah untuk diperjuangkan, dan terkadang hanya terasa oleh pandangan mata saja, tapi dikaitkan dengan cinta, banyak yang bisa mempertahankan pernikahannya satu  untuk yang terakhir.

Ada juga yang aneh saya pandang, mempertahankan sebuah pernikahan bisa dengan perkelahian yang setiap hari terjadi, karena saat perkelahian itu terjadi di situlah kepuasan terhadap cinta bisa dirasakan. Ada juga cerita lain tentang mempertahan cinta yaitu sepasang manusia hanya menatap satu sama lain dan semua pertanyaan dalam hidup mereka yang ingin ditanyakan terjawab..

Seunik dan seaneh itukah cinta?? Sepertinya saya belum pernah merasakan hal itu, ini mungkin dikarenakan juga ada rasa tidak percaya terhadap cinta sebelum menikah tadi. Tapi, saya juga tidak ingin membohongi diri saya sendiri, kalau saya pasti pernah merasa suka atau kagum terhadap seseorang.

Dalam mengerti cinta, jujur saja saya terlalu kaku dengan masalah ini, berhubung Alhamdulillah saya belum pernah pacaran dan kurang percaya juga dengan yang namanya hubungan sebelum menikah, lagian saya juga terfokus dengan apa yang saya kerjakan, sehingga seperti agak melupakan dan tidak menginginkan sebuah hubungan pacaran. Yang saya percaya adalah sebuah hubungan atau proses sebelum menikah yang disebut dengan ta'aruf atau perkenalan yang intinya adalah proses mencari cinta secara serius menuju pernikahan.

Permasalahannya, saya menjadi tidak peka terhadap cinta itu sendiri, saya tidak menyadari saat seseorang datang atas nama cinta kepada saya, yang terfikir hanyalah pertemanan dan asumsi-asumsi yang terbuat untuk menutup kemungkinan bahwa rasa cinta tidak akan mungkin sebelum menikah.

Mungkin ini proses saya bermain dengan kata 'cinta', yang saya ingin jaga kemurniannya untuk seseorang yang Allah tuliskam menjadi partner dunia dan akhirat saya nanti, In shaa Allah. Menurut saya, arti cinta tidak perlu dicari dengan sebuah hubungan pacaran, karena Allah sudah berfirman dalam Al Qur'an:

'Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah' (Q.S 51:49)

Jadi tidak ada yang perlu ditakutkan dan tidak perlu dirisaukan dengan masalah cinta :) Semangat selalu saudaraku ;-)

Sunday, 23 March 2014

Untukmu Pemimpin Dunia dan Akhiratku...

Wajahmu belum dikenali oleh binar mataku
Sentuhmu belum dimengerti oleh fikiranku

Adakah istana hatimu terjaga lagi hari ini? karena ingin aku satukan dengan istana hatiku yang aku hiasi dengan do'a terbaik pada Tuhanku...

Sajadahku terhampar untuk memohon pada-Nya, menyatukan sujud kita pada sandaran yang sama dengan inginmu.

Aku yakinkan diri atas pertemuan yang akan terjadi pada waktu yang terbaik, saat Allah mejadikan mimpi kita sebagai ibadah pada-Nya..

Untukmu imam duniaku kelak,
Jadikan kelembutan yang kita miliki untuk mengerti hati yang akan kita abadikan menjadi cinta segitiga dengan Allah...
Jadikan kemesraan yang kita sifatkan untuk menyatukan kecintaan kita pada kekuasaan-Nya
Jadikan kemarahan yang terjadi nanti untuk dirubah menjadi Kata menghargai pada kelebihan Dan kekurangan kita masing-masing yang kita syukuri...
Jadikan kecupan hangat di keningku sebagai wewangian dalam tidur duniaku yang menentramkan siang dan malamku...

Untukmu imam akhiratku kelak,
Jadikan sajadah kita membentang setiap hari dalam kepemimpinanmu menghamba pada-Nya atas keridhaan yang kita ingin raih...
Jadikan buah hati yang terlahir sebagai penghargaan Allah untuk penghias agama-Nya agar kunci syurga kita kantongi bersama...
Jadikan aku pemimpin bidadari syurgamu dan kecemburuan mereka aku dapatkan atas cintamu yang terbesar dinaluriku...

Untukmu imam dunia dan akhiratku kelak,,
Biarkan diriku dan dirimu tetap memperbaiki diri untuk lebih mendekat pada-Nya..
Biarkan diri ini lebih melatih kehebatan istiqamahnya untuk menggapai penghargaan terbaik dalam kehalusan cinta-Nya
Aku berharap suatu hari aku bisa menjadi partner terbaik di dunia dan akhiratmu kelak...
Menanamkan cinta dan kasih di atas pangkuan rahmat-Nya...

Semoga keshalehan Ada dalam lembaran hidup kita...

Aku tuliskan dalam penantianku atas kekuatan yang menjadikanku ada dalam pelukmu dalam dekapan hangat Tuhan kita nanti, Allah SWT
In Shaa Allah, Amiin...

I love you because Allah,
Devi Keumala

Hidup ini perjuangan kata orang ;)

Saya sudah tinggal di luar negri, tepatnya Australia hampir 8 tahun sendirian, jauh dari keluarga, sehingga semuanya harus dilakukan sendirian. Semua garisan perencanaan saya coba buat dan putuskan sendiri.

Saya sangat menjunjung tinggi privasi dan tidak akan menceritakan apapun yang tidak ingin saya ceritakan, kecuali kepada orang yang saya sangat-sangat percayai dan bisa menyimpan semuanya untuk mereka sendiri, In Syaa Allah. Tetapi, saya akan menceritakan semua rencana kepada setiap orang sejelas-jelasnya, dengan selalu menyimpulkan bahwa semuanya adalah rencana dan Allah lebih tahu apa yang terbaik, sambil terselip keinginan untuk memperjelas kekuasaan Allah terhadap umat-Nya. 

Terbiasa untuk melakukan dan memikirkan semuanya sendiri, membuat saya menjadi tipe manusia yang keras kepala dan terkadang terlalu egois terhadap diri sendiri... Saya tidak tahu cara untuk mengatakan rasa sakit, rasa sudah muak dengan sesuatu atau sangat menyukai lain hal di beberapa keadaan dalam hidup ini. Itu dikarenakan hidup sendirian mengajarkan saya untuk menjadi pribadi yang kuat dan menyadari bahwa tidak semua hal yang diinginkan akan terkabul, karena Allah Maha Tahu apa yang dibutuhkan, walaupun diri ini sangat tahu apa yang sangat diinginkannya.

Yang saya mengerti hidup ini adalah sebuah perjuangan yang harus dipahami dan difikirkan dengan sebaik-baiknya, karena setiap hal dalam hidup harus diusahakan dengan kerja keras dan pemikiran yang tepat. Setiap hal dalam hidup saya memiliki banyak cabang perencanaan, bahkan 1 rencana bisa memiliki cabang dari A-Z, bukan hanya sampai plan B saja, karena tidak semua keadaan bisa diprediksi dengan 2 kemungkinan saja. Maka dari itu setiap saat saya diharuskan untuk berfikir, sehingga membentuk pribadi kaku dalam diri. Permasalahannya adalah saya menjadi orang yang sedikit membosankan dan sulit untuk diajak bercanda atau bahasa inggrisnya susah diajak 'have fun'. Alhamdulillah saya memiliki teman-teman yang sangat ceria, yang bisa membuat hidup menjadi seimbang dengan kehadiran mereka. Sangat berterima kasih pada mereka pastinya, tapi saya memohon maaf kepada mereka karena terkadang membuat mereka tidak menikmati waktu bersama, yang mengambil semuanya secara serius, jadinya gak asyik klo bahasa sekarang :)... Semoga mereka bisa mengerti, Amiin...

Kembali lagi ke perjuangan hidup, saya sekarang hanya melakukan yang terbaik yang bisa dilakukan, untuk mendapatkan apa yang telah Allah tuliskan. Setiap kesempatan dicoba ambil yang terkadang membuat orang yang tidak mengenal saya mengatakan bahwa saya plin-plan, padahal semua kesempatan yang diambil adalah sebuah jalan pintas untuk menggapai apa yang saya rencanakan, jika memnag kesempatan itu adalah milik saya. Contohnya: saya ingin melanjutkan kuliah, saat ada kesempatan beasiswa, coba mengikutinya dan kalau memang akhirnya itu adalah rejeki saya, maka jalan pintas menuju belajar akan lebih mudah lagi.. Permasalahannya, ada rencana lain yang terkadang seperti menampakkan bahwa rencana saya yang satu dengan yang lain tertimpa-timpa. Contohnya: Jika saya melanjutkan kuliah ke luar Australia, tetapi ada rencana mengambil permanent resident yang mengharuskan untuk tetap tinggal di Australia, semuanya terlihat tidak sejalan dan membuat saya terlihat plin-plan, tidak perlu saya jelaskan kepada mereka bahwa saya sudah memikirkan hal itu dan punya rencana  atau cara lain untuk menggapai keduanya, In shaa Allah..

Jadi hidup yang mengajarkan saya untuk menjadi pemikir dan kaku, terkadang terlalu serius. Dengan begitu seseorang yang bisa melengkapi saya paati Allah telah ciptakan, di mana saya adalah setengahnya dia dan dia adalah setengahnya saya. Orang yang membuat saya tertawa dalam keseriusan dan saya buat berfikir dalam tawanya untuk menggapai kata sempurna, In shaa Allah...