Sunday, 23 March 2014

Hidup ini perjuangan kata orang ;)

Saya sudah tinggal di luar negri, tepatnya Australia hampir 8 tahun sendirian, jauh dari keluarga, sehingga semuanya harus dilakukan sendirian. Semua garisan perencanaan saya coba buat dan putuskan sendiri.

Saya sangat menjunjung tinggi privasi dan tidak akan menceritakan apapun yang tidak ingin saya ceritakan, kecuali kepada orang yang saya sangat-sangat percayai dan bisa menyimpan semuanya untuk mereka sendiri, In Syaa Allah. Tetapi, saya akan menceritakan semua rencana kepada setiap orang sejelas-jelasnya, dengan selalu menyimpulkan bahwa semuanya adalah rencana dan Allah lebih tahu apa yang terbaik, sambil terselip keinginan untuk memperjelas kekuasaan Allah terhadap umat-Nya. 

Terbiasa untuk melakukan dan memikirkan semuanya sendiri, membuat saya menjadi tipe manusia yang keras kepala dan terkadang terlalu egois terhadap diri sendiri... Saya tidak tahu cara untuk mengatakan rasa sakit, rasa sudah muak dengan sesuatu atau sangat menyukai lain hal di beberapa keadaan dalam hidup ini. Itu dikarenakan hidup sendirian mengajarkan saya untuk menjadi pribadi yang kuat dan menyadari bahwa tidak semua hal yang diinginkan akan terkabul, karena Allah Maha Tahu apa yang dibutuhkan, walaupun diri ini sangat tahu apa yang sangat diinginkannya.

Yang saya mengerti hidup ini adalah sebuah perjuangan yang harus dipahami dan difikirkan dengan sebaik-baiknya, karena setiap hal dalam hidup harus diusahakan dengan kerja keras dan pemikiran yang tepat. Setiap hal dalam hidup saya memiliki banyak cabang perencanaan, bahkan 1 rencana bisa memiliki cabang dari A-Z, bukan hanya sampai plan B saja, karena tidak semua keadaan bisa diprediksi dengan 2 kemungkinan saja. Maka dari itu setiap saat saya diharuskan untuk berfikir, sehingga membentuk pribadi kaku dalam diri. Permasalahannya adalah saya menjadi orang yang sedikit membosankan dan sulit untuk diajak bercanda atau bahasa inggrisnya susah diajak 'have fun'. Alhamdulillah saya memiliki teman-teman yang sangat ceria, yang bisa membuat hidup menjadi seimbang dengan kehadiran mereka. Sangat berterima kasih pada mereka pastinya, tapi saya memohon maaf kepada mereka karena terkadang membuat mereka tidak menikmati waktu bersama, yang mengambil semuanya secara serius, jadinya gak asyik klo bahasa sekarang :)... Semoga mereka bisa mengerti, Amiin...

Kembali lagi ke perjuangan hidup, saya sekarang hanya melakukan yang terbaik yang bisa dilakukan, untuk mendapatkan apa yang telah Allah tuliskan. Setiap kesempatan dicoba ambil yang terkadang membuat orang yang tidak mengenal saya mengatakan bahwa saya plin-plan, padahal semua kesempatan yang diambil adalah sebuah jalan pintas untuk menggapai apa yang saya rencanakan, jika memnag kesempatan itu adalah milik saya. Contohnya: saya ingin melanjutkan kuliah, saat ada kesempatan beasiswa, coba mengikutinya dan kalau memang akhirnya itu adalah rejeki saya, maka jalan pintas menuju belajar akan lebih mudah lagi.. Permasalahannya, ada rencana lain yang terkadang seperti menampakkan bahwa rencana saya yang satu dengan yang lain tertimpa-timpa. Contohnya: Jika saya melanjutkan kuliah ke luar Australia, tetapi ada rencana mengambil permanent resident yang mengharuskan untuk tetap tinggal di Australia, semuanya terlihat tidak sejalan dan membuat saya terlihat plin-plan, tidak perlu saya jelaskan kepada mereka bahwa saya sudah memikirkan hal itu dan punya rencana  atau cara lain untuk menggapai keduanya, In shaa Allah..

Jadi hidup yang mengajarkan saya untuk menjadi pemikir dan kaku, terkadang terlalu serius. Dengan begitu seseorang yang bisa melengkapi saya paati Allah telah ciptakan, di mana saya adalah setengahnya dia dan dia adalah setengahnya saya. Orang yang membuat saya tertawa dalam keseriusan dan saya buat berfikir dalam tawanya untuk menggapai kata sempurna, In shaa Allah...
Categories:

0 comments:

Post a Comment