Monday, 3 November 2014

Kenyamanan ini melelahkan, sobat..."

Ok Fine!! Kata itu sering terdengar saat kita berusaha untuk mengerti dan mencoba menerima apa yang orang lain lakukan, namun tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan... Banyak kata yang menggantikan sebenarnya dalam hati, saat semua ingin disampaikan tapi terasa sulit untuk dikeluarkan dengan kata-kata, karena hal yang ditakutkan adalah menyakiti. 

Persahabatan yang semakin banyak menyita fikiran dan hati, untuk bisa saling menjaga, saling tau apa yang diinginkan dan akhirnya membentuk kata "nyaman". Memang hal ini terkadang membutuhkan waktu, bukan sehari atau dua, tapi bisa mencapai tahunan. Saat semuanya sudah dimengerti, mungkin kata sudah jarang untuk harus dikeluarkan sebagai penjelasan. Kata hanya sebaris ajakan untuk jalan bersama, berkomunikasi lewat selular ataupun  chatting dengan social media. 

Persahabatan yang membentuk kata "nyaman", adakah semuanya harus dilalui untuk menjaga hati agar tetap mengokohkan dinding yang sama, yang tidak mungkin untuk dilewati, sulit untuk diperkirakan dan pada akhirnya lagi menciptakan ego tinggi dalam diri masing-masing yang merasa memilikinya. Dua insan, laki-laki dan perempuan menguntai persahabatan dengan perbedaan watak, tingkah laku dan juga hati, dengan cara berfikir yang mendominankan keutuhan rasa "nyaman".

Pada satu titik dimana hati merasa memiliki, jiwa bersemangat untuk mengetahui bahwa diri memiliki seseorang yang setia, tapi tidak diketahui bahwa dinding pemisah tetap berada diantaranya. Perasaan tidak membutuhkan orang lain, karena ada rasa memiliki sahabat terbaik, mempunyai dia yang bisa mengerti seluruh keluh dan kesah yang akan dilontarkan, dan membimbing diri untuk kembali kepada kesyukuran. Iya, semua karena ada rasa "nyaman". 

Tapi sayang, "kenyamanan ini melelahkan, sobat!!! Saat semua cerita harus berbalik, saat semua kebiasaan bersama menjadi hanya sebuah cerita masa lalu, saat diri mengerti bahwa melewati dinding pemisah adalah sebuah khayalan, saat tau bahwa rasa "nyaman" itu pergi dari diri kita berdua, menjauh untuk menjadikan kita insan yang kaku.

Kaki kita melangkah ke arah yang berbeda, tangan kita mengayuh pada dayungan yang berkebalikan, rasa "nyaman" kita berteriak untuk tidak didekati lagi. Pengakuan diri atas keinginan untuk menyampaikan bahwa diri ini tidak ingin lagi memupuk sebuah batang rapuh yang telah mati, perasaan apapun yang pernah ada di atas kata "nyaman" itu biarkan menjadi bingkai masa lalu yang harus ditinggalkan, tapi bukan untuk dilupakan...

Sekarang, langkah kaki kita semakin "nyaman" untuk menjauh, alunan hidup kita juga sudah sangat berbeda dan persahatan itu telah menjadi potret hidup masa lalu yang sedikit banyak telah membentuk diri ini menjadi aku yang sekarang....

Terima kasih, sobat... Diri ini hanya memohon untuk tidak mendekati dinding kokoh itu lagi, karena aku hanya ingin berlari sejauh mungkin dari khayalan palsu itu, aku ingin mengumpulkan energiku untuk menghancurkan dinding egoku, agar perasaan "nyaman" yang sebenarnya bisa aku dapatkan.

Aku yakin itu, pada hal yang terbaik dan pada hal yang tepat untukku dari Tuhanku, In Shaa Allah......



Dengan "kenyamanan" hati,

DEVI KEUMALA

Monday, 16 June 2014

Proposal Ta'aruf

Komitmen untuk berta'aruf dan mencoba menjaga diri untuk tidak mendekati sebuah hubungan yang disebut dengan pacaran adalah sesuatu hal yang benar-benar harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Sekarang ini, pacaran adalah salah satu hal biasa dan pasti sering mengusik seseorang yang telah memilih cara syar'i ini sebagai pilihannya untuk mencari pasangan hidupnya.

Pertama kali saya memutuskan ta'aruf sebagai pilihan saya, banyak yang saya tanyakan kepada murabbi (guru) saya, diantaranya adalah apa sebenarnya ta'aruf itu? bagaimana prosesnya? Termasuk mempertanyakan kesiapan diri saya sendiri dengan bertanya apa tanda-tandanya? Dan yang paling penting juga tentang ta'aruf adalah membuat sebuah proposal, pastinya ini topik yang paling banyak saya tanyakan, dikarenakan saya belum pernah membuat itu sebelumnya. 

Setelah saya merasa semua sudah cukup jelas, saya pun membuat sebuah proposal ta'aruf. Mungkin ada baiknya saya menjelaskan tentang apa itu proposal ta'aruf. Proposal ta'aruf adalah tulisan tentang diri kita dan fikiran atau ide kita tentang pernikahan, visi dan misi sebagai manusia dan setelah menikah, rencana-rencana yang ingin dilakukan di masa depan, tentang keluarga kita dan lain-lain yang ingin kita ceritakan, sehingga saat nanti memulai sebuah proses, ikhwan (laki-laki)/ akhwat (perempuan) yang akan berta'aruf dengan kita, bisa mengenal sedikit, walaupun terkadang belum pernah bertemu.

Banyak cerita tentang ta'aruf yang saya dapat, berhubung Alhamdulillah kakak-kakak dan teman-teman satu pengajian dan orang-orang sekeliling saya banyak yang memilih cara ini. Dari cerita lucu tentang pertama kali bertemu, kisah sedih saat ta'aruf tidak dilanjutkan karena hal-hal yang tidak memungkinkan, sampai cerita ketegangan di hari pernikahan karena mereka tidak pernah bertemu dan baru bertemu pada hari H pernikahan... Subhanallah memang semua cerita-cerita itu.. Saya mempunyai kisah sendiri tentang ta'aruf ini, tapi belum bisa saya bagikan secara detail, dikarenakan saya sendiri masih dalam proses mencari :) In shaa Allah, jika saya sudah menikah suatu hari nanti, saya akan ceritakan sampai tamat, dikarenakan juga episode masih berjalan dan cerita masih dirangkum alias belum tamat dan juga judul tulisan ini tentang proposal ta'aruf bukan tentang ta'aruf, heheheh...

Satu hal yang pasti terjadi pada setiap insan yang akan mulai berproses dan menerima sebuah proposal ta'aruf dari lawan jenis yang akan berta'ruf dengannya yaitu perasaan deg-degan yang sangat hebat ditambah dengan fikiran yang menjadi tidak jelas dan bercabang-cabang :)

Sebuah email yang biasanya menjadi hal yang wajar menjadi aneh dan menegangkan saat ada sebuah email masuk dari murabbi dengan subject yang judulnya 'proposal ta'aruf dari ikhwan bla bla', jari tangan bergetar dan rasa-rasanya butuh tenaga extra besar untuk mampu membukanya :), ini dikarenakan diri memahami bahwa sebuah email ini bisa saja berisikan masa depan, heheh... Atau saat satu kumpulan kertas 'proposal ta'aruf dari ikhawan bla bla' disodorkan oleh murabbi saat liqo' (pengajian), lebih parah lagi perasaaannya pastinya :)

Saya yakin itulah jalan cinta Allah yang terrangkum dalam sebuah tulisan untuk mencari pendamping di dunia dan akhirat kelak.. In shaa Allah.. Semoga ridho dan rahmat Allah selalu terlimpah kepada kita semua, Amiin.... 

Tuesday, 20 May 2014

Cinta dan Menunggu



Membaca sebuah kutipan seorang penulis bernama Paulo Coelho dalam tulisannya yang berjudul "By The River Piedra I Sat Down and Wept" yang berbunyi "Waiting. That is the first lesson I learned about love" (Menunggu adalah pelajaran pertama yang saya pelajari  tentang cinta), membuat saya ingin merangkai kata dan menjabarkan beberapa penjelasan tentang hal tersebut menurut penilaian saya sebagai seorang manusia.

Banyak hal yang dikaitkan dengan cinta, seperti pengorbanan, tawa, bahkan sampai tangis kesedihan pun sering dipasangkan dengan kata tersebut. Tapi menurut saya, kata menunggu paling tepat untuk disatukan dengan kata cinta. Dalam Islam sendiri setiap insan manusia menunggu keputusan dan takdir Allah tentang pertemuan terhadap cintanya, yaitu sesuatu yang berhubungan dengan “jodoh” atau pertemuan dengan pelengkap setengah agamanya.

Seperti lagu Afgan yang berjudul “Jodoh pasti bertemu”, menyiratkan keyakinan bahwa penantian adalah tidak akan sia-sia karena janji Allah yang terdapat dalam Q.S. Ar-Ruum (30):21 yang mempunyai arti “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan saysng. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yangberfikir” adalah pasti adanya.

Dalam menunggu takdir Allah tentang jodoh, kita diharuskan untuk terus belajar dan memperbaiki diri, karena pasti setiap manusia ingin medapatkan yang terbaik, maka dari itu, hal pertama yang harus dicapai adalah menjadi terbaik. Satu hal yang harus terus diingat dan dimengerti bahwa yang terbaik bukan selalu sesuai dengan yang kita inginkan, karena sesuatu yang kita inginkan belum tentu baik di hadapan Allah. Tetapi, In shaa Allah saat manusia mencoba untuk menajadi lebih baik waktu menunggu cintanya, maka Allah juga akan memberikan yang terbaik seperti tertulis dalam Q.S. An-Nuur (24):26 yang mempunyai arti” wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk wanita-wanita yang baik (pula) ...


Ada cerita lain dalam menunggu cinta juga, khususnya bagi kaum hawa yang telah berkomitmen untuk mengikuti proses yang sesuai dengan syar’i dan tidak mengikuti budaya berpacaran, apalagi dalam masa penantiannya mereka tetap melanjutkan pendidikannya sampai strata 2 (S2) bahkan sampai strata 3 (S3). Keadaan ini banyak menghasilkan komentar dari teman, saudara dan juga orang sekitar akan ketakutan lawan jenis untuk mendekati karena jenjang pedidikan yang sangat tinggi, yang terkadang lebih tinggi darinya, sehingga ada perasaan minder untuk melamar atau menjadikan wanita tersebut sebagai pasangan hidup.

Saya yakin, seandainya laki-laki tersebut berpendidikan baik dan berfikir positif serta memiliki pemahaman yang baik terhadap agama akan mengerti dan tidak akan minder atau takut akan hal itu, karena dia yakin Allah menciptakan manusia dengan kekurangan dan kelebihannya masing-masing untuk saling memahami dan untuk disyukuri. Menurut saya, untuk membangun rumah tangga dan mendidik dan menghasilkan anak yang Subhanallah diperlukan ilmu yang sangat banyak dan luas, maka dengan terus belajar dan belajar secara formal atau non-formal bisa menjadi sarana untuk terus mengumpulkan ilmu. Kembali lagi jika manusia itu yakin akan kebesaran Allah dan yakin bahwa “janji Allah itu pasti”, maka tidak ada fikiran manusia yang menutup keluasan kekuasaan-Nya.

Kembali lagi cinta dan menunggu adalah dua hal yang sejalan, jangan takut, jangan gundah serahkan semuanya pada pangkuan-Nya, mengadu pada-Nya, maka semua ketakutan itu akan hilang... Sekali lagi ingat dan selalu resapi bahwa “janji Allah itu pasti”!!!!! Percaya bahwa Allah memiliki kata “kun fayakun” (jadi, maka jadilah), maka kerisauan adalah tidak berarti dan nihil. Allah menyuruh manusia untuk berusaha, berdo’a dan bertawakal atas takdir dan semua yang telah ditetapkan-Nya. Maka berbahagialah wahai hamba Tuhanmu :)

Tuesday, 1 April 2014

Coba Dengarkan...


Terlintas kelu yang terlewatkan oleh mata yang terkadang memandang salah
Dilanjutkan dengan berbagi cerita apa adanya dengan melupakan kekurangan yang sering terlihat
Menghadapi kelebihan yang tampak namun tetap pada tempatnya dan terus tidak bergerak mencari kesempurnaan karena mengetahui bahwa pertimbangan terlalu banyak untuk diawasi
Namun senyuman dan penglihatan pasti bermain lagi dan lagi....

Ada kalanya semua permasalahan masing-masing kita harus dimengerti, karena semuanya ada untuk kita saling melengkapi dan membangun, bukan menjatuhkan kita pada rasa takut.
Kepekaan terhadap cinta itu sendiri juga tidak bisa dirasakan, tertutup oleh daun-daun hati yang tidak ingin beranjak dan tetap berdiam menuju arah jalan yang telah dipilihnya
Keberanian pun tidak ingin memperlihatkan keinginannya untuk melangkah lebih dekat lagi
Denyut jantung yang kita dengar berlari lagi dan lagi....

Aku terlalu membenci hal yang dilakukan terpandang biasa bagi sebagian orang, namun sangat bermakna berkebalikan dari kebaikan yang kucari
Berharap pada arah membelakangi dan kata ‘kita’ berlalu saat langkah kaki berlawanan, yaitu menjauh
Kejujuran hati seperti sulit untuk ditangkap dan dimasukkan pada sangkar kehidupan dan akhirnya kita bisa menuju kata memulai
Tapi saat ini keinginan hati kita hanya saling menatap dengan keangkuhannya lagi dan lagi

Kenapa tidak adanya kata untuk bisa menjadikan semuanya yang ada di benak kita sebagai garis lurus yang sama dan menjalaninya
Keegoisan masing-masing kita tercipta dan membuat semuanya menjadi tidak bermakna, sehingga petualangan lain kita mulai
Adakah waktunya saat kita saling mengerti dan pandangan mata kita menjawab tanpa mengeluarkan argumen
Lagi dan lagi tidak tercipta pada detik selanjutnya, karena pelarian kita terhenti untuk bergandengan dan membuka pintu baru bagi kita berdua

Allah Maha Tahu Sobat, kita makhluk-Nya, jadi biarkan waktu yang akan menjawabnya, In shaa Allah

Saturday, 29 March 2014

My Name is Islam



Islam 101. Amal Ahmed Albaz

Let me, introduce myself.
My name, is Islam.
The root word of peace- salam,
Or even salema- meaning submission.
Which to a Muslim, is like his tuition.
It's his ticket in,

But before I begin,
Let me greet you, like I'm supposed to do,
So Assalamu alaikum, may peace be upon you!

You know? It's kinda' funny...
I'm accused of oppressing, when really I'm oppressed.
I've become on the list of things to detest.
I'm screamed in rage, in almost every protest,
& I've become the "red scare", a "threat to the west".


You see?
If you look at me, and all my obligations,
You'll see why I have such a great population,
It's cause there's the motivation,
And that sense of inspiration,
That keeps "Muslim" as their occupation.

To me, being a good Muslim means being a good person.
'cause I'll never ask you to kill or to slay,
Or to lie at least 5 times a day.
I'll never ask you steal, or to hate,
Or to swear or discriminate.

I actually tell you to smile to everyone you see,
Cause a smile's the best form of charity.
I tell you to not smoke and not to drink,
To stay clean and take showers so you simply don't stink.

I tell you to care for animals and treat them with care,
So yes, I'm against animal testing & abuse in case you weren't aware.
I tell you to treat those who treat you bitter...better.
I tell you not to be mad at someone for more than 3 days,
I tell you to respect women and lower your gaze.
I tell you that paradise lies under the feet of your mother,
I tell you to passionately love your significant other.
I tell you to never mistreat your wife!
I mean...if I tell you to care for animals, then what about the love of your life?

I tell you to be precious, and save yourself for the "one".
So you don't keep giving yourself away...till you're literally done.
I tell you to be moderate and that balance is key,
Just in the middle is the perfect place to be.
I tell you to excel in all that you do,
From that essay to that slam-dunk too!
I tell you to clear your ignorance and to never judge,
To love for your bro what you love for yourself; & to never hold a grudge.
I tell you how to be a good person. A person of peace, and a person of love.

&

They say I'm a terrorist,
An extremist.
And you know what? I am.
I am a terrorist; I terrorize terror,
I kill injustice to make this world fairer.
I am an extremist; I am extremely kind.
So beware of my extreme benevolence, to all of mankind.
Yes, there are those who kill and bomb in my name,
But if I don't approve, then why am I to be blamed?
In every religion, you'll find those who abuse it,
Thinking they have a permit,
To do wrong.

A religion maybe perfect, but the followers may not be.
So when mine commit mistakes, don't blame it on me.
I give what I got, and what I got is good.
So if they do otherwise...they misunderstood.



I'm not here to preach, I'm only here to teach.
I'm a professor in politics, economy and sociology.
In manners and etiquette, I got my PHD.
To all my teachings, I have two sources.
The book of God, and the words of the prophet are my resources.
I teach for free and to whoever desires to learn,
It's all for the sake of Allah, I ask for nothing in return.



Listen,
I'm not here to convert, but just to clear misconceptions.
With the way I'm viewed and my common perception.
Because yes, it hurts when I'm literally abused,
By some, who do it for pleasure, just to be amused.



By some, who just follow the "trend" cause they're clearly confused.
In a nutshell, my name is Islam,
And everything I do, goes back to Salam..peace.
& so as your prof, I need to make sure you pass this test called Life.


Hope you enjoy it, benefit from it and spread it inshAllah! :)

Twitter: https://twitter.com/AmalAlbaz
Facebook Page: http://www.facebook.com/albazpoetry 

Video Courtesy of Ink of Knowledge Productions
Ink of Knowledge YT Channel:http://www.youtube.com/inkofknowledge

Subhanallah.....

Thursday, 27 March 2014

Bermain dengan kata "cinta"

Semua kata memiliki arti dan manusia paling sering mencari pengertian dari kata yang satu ini, yaitu "Cinta" dan saya termasuk di dalam golongan orang-orang tersebut. Berhubung cinta itu banyak, yang saya akan coba ceritakan adalah cinta terhadap lawan jenis...

Yang pertama saya lakukan adalah mengelompokkan kata ini dalam satu golongan, sehingga pengertiannya bisa dicari lebih detail lagi. Golongan yang saya pilih adalah "Perasaan". Perasaan sendiri adalah rasa yang tergerak dalam hati, baik itu berupa sedih, senang, tidak jelas atau sekarang disebut "galau", ataupun tidak suka/ kesal...

Uniknya cinta, semua rasa yang saya sebutkan di atas dirasakan bersamaan dalam satu proses yang terkadang mengakibatkan jantung berdegup kencang, keringat dingin ataupun merinding. Subhanallah, Maha Kuasa Allah yang telah menciptakan perasaan cinta pada diri manusia...

Dalam menjalani cinta itu juga banyak kebingungan yang saya rasakan dari semua hal yang saya lihat dan dengar. Tapi satu hal yang saya percaya yaitu cinta hakiki hanya ada di dalam pernikahan dan tidak percaya dengan cinta sebelum menikah, klo kata orang namanya gombal...

Saya melihat wanita yang sangat bersabar dengan apapun hal kurang baik yang dilakukan suaminya, karena cinta. Sebaliknya ada seorang pria yang rela melakukan apa saja dan menutup mata atas sifat dan tingkah laku istrinya yang tidak baik atas nama cinta.

Terkadang cinta itu saya dengar penuh amarah, terkadang terlalu lemah untuk diperjuangkan, dan terkadang hanya terasa oleh pandangan mata saja, tapi dikaitkan dengan cinta, banyak yang bisa mempertahankan pernikahannya satu  untuk yang terakhir.

Ada juga yang aneh saya pandang, mempertahankan sebuah pernikahan bisa dengan perkelahian yang setiap hari terjadi, karena saat perkelahian itu terjadi di situlah kepuasan terhadap cinta bisa dirasakan. Ada juga cerita lain tentang mempertahan cinta yaitu sepasang manusia hanya menatap satu sama lain dan semua pertanyaan dalam hidup mereka yang ingin ditanyakan terjawab..

Seunik dan seaneh itukah cinta?? Sepertinya saya belum pernah merasakan hal itu, ini mungkin dikarenakan juga ada rasa tidak percaya terhadap cinta sebelum menikah tadi. Tapi, saya juga tidak ingin membohongi diri saya sendiri, kalau saya pasti pernah merasa suka atau kagum terhadap seseorang.

Dalam mengerti cinta, jujur saja saya terlalu kaku dengan masalah ini, berhubung Alhamdulillah saya belum pernah pacaran dan kurang percaya juga dengan yang namanya hubungan sebelum menikah, lagian saya juga terfokus dengan apa yang saya kerjakan, sehingga seperti agak melupakan dan tidak menginginkan sebuah hubungan pacaran. Yang saya percaya adalah sebuah hubungan atau proses sebelum menikah yang disebut dengan ta'aruf atau perkenalan yang intinya adalah proses mencari cinta secara serius menuju pernikahan.

Permasalahannya, saya menjadi tidak peka terhadap cinta itu sendiri, saya tidak menyadari saat seseorang datang atas nama cinta kepada saya, yang terfikir hanyalah pertemanan dan asumsi-asumsi yang terbuat untuk menutup kemungkinan bahwa rasa cinta tidak akan mungkin sebelum menikah.

Mungkin ini proses saya bermain dengan kata 'cinta', yang saya ingin jaga kemurniannya untuk seseorang yang Allah tuliskam menjadi partner dunia dan akhirat saya nanti, In shaa Allah. Menurut saya, arti cinta tidak perlu dicari dengan sebuah hubungan pacaran, karena Allah sudah berfirman dalam Al Qur'an:

'Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah' (Q.S 51:49)

Jadi tidak ada yang perlu ditakutkan dan tidak perlu dirisaukan dengan masalah cinta :) Semangat selalu saudaraku ;-)

Sunday, 23 March 2014

Untukmu Pemimpin Dunia dan Akhiratku...

Wajahmu belum dikenali oleh binar mataku
Sentuhmu belum dimengerti oleh fikiranku

Adakah istana hatimu terjaga lagi hari ini? karena ingin aku satukan dengan istana hatiku yang aku hiasi dengan do'a terbaik pada Tuhanku...

Sajadahku terhampar untuk memohon pada-Nya, menyatukan sujud kita pada sandaran yang sama dengan inginmu.

Aku yakinkan diri atas pertemuan yang akan terjadi pada waktu yang terbaik, saat Allah mejadikan mimpi kita sebagai ibadah pada-Nya..

Untukmu imam duniaku kelak,
Jadikan kelembutan yang kita miliki untuk mengerti hati yang akan kita abadikan menjadi cinta segitiga dengan Allah...
Jadikan kemesraan yang kita sifatkan untuk menyatukan kecintaan kita pada kekuasaan-Nya
Jadikan kemarahan yang terjadi nanti untuk dirubah menjadi Kata menghargai pada kelebihan Dan kekurangan kita masing-masing yang kita syukuri...
Jadikan kecupan hangat di keningku sebagai wewangian dalam tidur duniaku yang menentramkan siang dan malamku...

Untukmu imam akhiratku kelak,
Jadikan sajadah kita membentang setiap hari dalam kepemimpinanmu menghamba pada-Nya atas keridhaan yang kita ingin raih...
Jadikan buah hati yang terlahir sebagai penghargaan Allah untuk penghias agama-Nya agar kunci syurga kita kantongi bersama...
Jadikan aku pemimpin bidadari syurgamu dan kecemburuan mereka aku dapatkan atas cintamu yang terbesar dinaluriku...

Untukmu imam dunia dan akhiratku kelak,,
Biarkan diriku dan dirimu tetap memperbaiki diri untuk lebih mendekat pada-Nya..
Biarkan diri ini lebih melatih kehebatan istiqamahnya untuk menggapai penghargaan terbaik dalam kehalusan cinta-Nya
Aku berharap suatu hari aku bisa menjadi partner terbaik di dunia dan akhiratmu kelak...
Menanamkan cinta dan kasih di atas pangkuan rahmat-Nya...

Semoga keshalehan Ada dalam lembaran hidup kita...

Aku tuliskan dalam penantianku atas kekuatan yang menjadikanku ada dalam pelukmu dalam dekapan hangat Tuhan kita nanti, Allah SWT
In Shaa Allah, Amiin...

I love you because Allah,
Devi Keumala

Hidup ini perjuangan kata orang ;)

Saya sudah tinggal di luar negri, tepatnya Australia hampir 8 tahun sendirian, jauh dari keluarga, sehingga semuanya harus dilakukan sendirian. Semua garisan perencanaan saya coba buat dan putuskan sendiri.

Saya sangat menjunjung tinggi privasi dan tidak akan menceritakan apapun yang tidak ingin saya ceritakan, kecuali kepada orang yang saya sangat-sangat percayai dan bisa menyimpan semuanya untuk mereka sendiri, In Syaa Allah. Tetapi, saya akan menceritakan semua rencana kepada setiap orang sejelas-jelasnya, dengan selalu menyimpulkan bahwa semuanya adalah rencana dan Allah lebih tahu apa yang terbaik, sambil terselip keinginan untuk memperjelas kekuasaan Allah terhadap umat-Nya. 

Terbiasa untuk melakukan dan memikirkan semuanya sendiri, membuat saya menjadi tipe manusia yang keras kepala dan terkadang terlalu egois terhadap diri sendiri... Saya tidak tahu cara untuk mengatakan rasa sakit, rasa sudah muak dengan sesuatu atau sangat menyukai lain hal di beberapa keadaan dalam hidup ini. Itu dikarenakan hidup sendirian mengajarkan saya untuk menjadi pribadi yang kuat dan menyadari bahwa tidak semua hal yang diinginkan akan terkabul, karena Allah Maha Tahu apa yang dibutuhkan, walaupun diri ini sangat tahu apa yang sangat diinginkannya.

Yang saya mengerti hidup ini adalah sebuah perjuangan yang harus dipahami dan difikirkan dengan sebaik-baiknya, karena setiap hal dalam hidup harus diusahakan dengan kerja keras dan pemikiran yang tepat. Setiap hal dalam hidup saya memiliki banyak cabang perencanaan, bahkan 1 rencana bisa memiliki cabang dari A-Z, bukan hanya sampai plan B saja, karena tidak semua keadaan bisa diprediksi dengan 2 kemungkinan saja. Maka dari itu setiap saat saya diharuskan untuk berfikir, sehingga membentuk pribadi kaku dalam diri. Permasalahannya adalah saya menjadi orang yang sedikit membosankan dan sulit untuk diajak bercanda atau bahasa inggrisnya susah diajak 'have fun'. Alhamdulillah saya memiliki teman-teman yang sangat ceria, yang bisa membuat hidup menjadi seimbang dengan kehadiran mereka. Sangat berterima kasih pada mereka pastinya, tapi saya memohon maaf kepada mereka karena terkadang membuat mereka tidak menikmati waktu bersama, yang mengambil semuanya secara serius, jadinya gak asyik klo bahasa sekarang :)... Semoga mereka bisa mengerti, Amiin...

Kembali lagi ke perjuangan hidup, saya sekarang hanya melakukan yang terbaik yang bisa dilakukan, untuk mendapatkan apa yang telah Allah tuliskan. Setiap kesempatan dicoba ambil yang terkadang membuat orang yang tidak mengenal saya mengatakan bahwa saya plin-plan, padahal semua kesempatan yang diambil adalah sebuah jalan pintas untuk menggapai apa yang saya rencanakan, jika memnag kesempatan itu adalah milik saya. Contohnya: saya ingin melanjutkan kuliah, saat ada kesempatan beasiswa, coba mengikutinya dan kalau memang akhirnya itu adalah rejeki saya, maka jalan pintas menuju belajar akan lebih mudah lagi.. Permasalahannya, ada rencana lain yang terkadang seperti menampakkan bahwa rencana saya yang satu dengan yang lain tertimpa-timpa. Contohnya: Jika saya melanjutkan kuliah ke luar Australia, tetapi ada rencana mengambil permanent resident yang mengharuskan untuk tetap tinggal di Australia, semuanya terlihat tidak sejalan dan membuat saya terlihat plin-plan, tidak perlu saya jelaskan kepada mereka bahwa saya sudah memikirkan hal itu dan punya rencana  atau cara lain untuk menggapai keduanya, In shaa Allah..

Jadi hidup yang mengajarkan saya untuk menjadi pemikir dan kaku, terkadang terlalu serius. Dengan begitu seseorang yang bisa melengkapi saya paati Allah telah ciptakan, di mana saya adalah setengahnya dia dan dia adalah setengahnya saya. Orang yang membuat saya tertawa dalam keseriusan dan saya buat berfikir dalam tawanya untuk menggapai kata sempurna, In shaa Allah...

Thursday, 27 February 2014

Motivasi

Setiap orang pasti punya target dan planning dalam hidupnya, termasuk aku, aku punya apa yang ingin aku lakukan, target pendidikan, menikah, pekerjaan, tempat yang ingin dituju, keindahan yang ingin dilihat, ilmu hidup yang ingin dicicipi dan keridhaan yang ingin diraih, dan semua itu aku tuliskan dengan pensil hidupku. Teringat akan nasehat seorang guru SMAku yang selalu membuat aku yakin untuk mengambil sebuah tantangan, yaitu "Devi, kita hanya manusia yang menghamba pada-Nya, tuliskan semua target dan planning kamu di sebuah lembaran kertas hidupmu dengan sebuah pensil terindah, TAPI berikan penghapusnya pada Allah, karena Allah lebih tau apa yang terbaik buat kamu".. Subhanallah, kata-kata itu yang selalu aku ingat dan selalu aku coba untuk laksanakan sebaik yang aku bisa, In shaa Allah...

Yang ingin aku bahas di sini adalah pendidikanku, motivasi yang hampir saja sempat menghilang 6 bulan yang  lalu, yang hampir membuat aku menyerah dan meninggalkannya, karena aku tidak mengerti apa yang harus aku lakukan. Subhanallah, Allah menghapus satu planningku dan menggantinya dengan yang lebih baik, sehingga aku memiliki motivasi baru lagi, motivasi yang pernah hampir aku ingin lupakan. Ternyata jurusan dan keadaan yang 6 bulan lalu telah aku lalui banyak memberi pelajaran kepadaku, pelajaran yang akan aku ingat seumur hidupku untuk aku jadikan salah satu referensiku dalam hidup. Keputusanku untuk mengganti jurusanku dan mengubah sedikit gaya hidupku menumbuhkan sebuah motivasi baru untuk meraih targetku dalam pendidikanku, In shaa Allah...

Jujur ingin aku katakan ada 2 tempat yang sedang menjadi pertimbanganku, untuk meninggalkan satu tempat dan menetap pada salah satu pilihan yang lain.. Banyak yang harus menjadi pertimbangan dan penentu dalam pilihan ini. Aku akan berusaha memikirkannya lebih baik sewaktu aq beribur nanti, karena mungkin saja ada sesuatu hal yang mengubah semua pilihan itu ke sebuah pilihan yang lebih baik, In shaa Allah, Amin...

Sekarang aku hanya mencoba menjalankan sebaik mungkin apa yang telah aku pilih dengan sebuah ketetapan yang telah Allah tuliskan untukku. menumbuhkan kembali secara sempurna motivasi baru yang menjadi prioritas utamaku sekarang, In shaa Allah...

In shaa Allah, Amin....^_^

Coba Rangkaikan itu menjadi diriku

Teman, tolong dengarkan aku... Aku takutkan langkah kaki ini mengganggu kita, berjalan pada titik-titik yang berusaha untuk dikuasai alirannya sehingga aku dapat satukan menjadi garis yang berbentuk jelas... Tapi semuanya masih terasa sangat samar dan aku takut teman bentuk ini menjadi sesuatu yang tidak akan pernah jelas, karena aq dan kamu seperti mengerti tapi berusaha membuatnya menjadi titik-titik yang samar kembali...


Aku tidak ingin menjadikannya salah, karena aku juga tidak ingin bermain dalam alunan merdu setiap lirik-lirik yang terasa sangat keras aku dengarkan, sehingga aku pergi dan terlupakan akan sesuatu yang seharusnya aku mengerti..

Aku berusaha untuk berdiri dengan kedua kakiku saja dengan bantuan Allah, Sang segala Maha juga pastinya... Berfikir tentang kamu dan semua tanggung jawab yang selalu berada dan menari di atas senyum gembira ataupun kata-kata aneh yang sering terucap oleh lisan... Berusaha mencari pengalihan sosok lain sehingga semuanya tidak terpakukan atas rangkaian menjadi kata diriku... Tapi harusnya kamu belajar untuk mengerti juga, bahwa apa yang kamu genggam bukanlah hal yang mudah bagi setiap jemari - jemari manis ataupun pahit sekalipun, karena hal yang kamu mengerti harus dijadikan satu kesatuan yang jelas dengan jembatan pengertian dan kasih sayang yang hanya bukan dilandasi dengan keindahan subjective saja.. Allah Maha Adil kepada setiap hamba2-Nya, tolong dimengerti apa yang benar-benar kamu butuhkan...

Teman, bermain lagi kita dengan kata waktu, tolong jangan sampai waktu itu sendiri menggantikan semua kebaikan menjadi kata sia-sia, karena aq tidak menginginkan ada kata merugikan diantara ikatan yang baik ini, sehingga klo nantinya titik-titik itu menjadi jelas, kita bisa mengerti bahwa ini adalah sesuatu yang harusnya kita jaga untuk menuju jalan berkah-Nya sampai akhir nantinya, In shaa Allah...

Temanku, taukah kamu kalau aku mendengar sebuah kabar yang Subhanallah membuatku tertegun dengan semua rangkaian cerita hidup... aq rasa 5 tahun bukan waktu yang sebentar untuk menemukan sebatang pohon yang sangat kuat yang bisa disatukan dengan ranting yang terhias oleh seorang sahabatku, cerita yang selalu berputar di depannya tentang batang pohon itu hanya mengelilinginya, yang pada akhirnya dia malah mendekat ke arah dirinya... Subhanallah, ternyata 5 tahun mencari sesuatu yang di dekat tapi tak bersuara..^_^

Semoga kamu bisa mengerti kalau rangkaian kata-kata ini kuharapkan bisa menjadi diriku, jika ridha dan berkah Allah ada di dalam bentuk itu, In shaa Allah...

Ya Allah please always guides me, Amin^_^

Bermimpilah, maka kamu akan mengerti :)

Saat memikirkan kata bermimpi, aku mengingatkan diriku sendiri untuk dapat menjalani hidup dengan impian setinggi-tingginya, karena keyakinan bahwa hidup berawal dari mimpi. Pencapaian terhadap mimpi itu sendiri adalah dengan keyakinan bahwa diri ini mampu dan ber "positive thinking" dengan ketentuan Allah, Tuhan Yang Maha Esa, karena diri sendirilah yang memacu semangat itu untuk menjadikan kata sanggup dekat dengannya atau menjauhkannya dari diri. Aku hanyalah seseorang yang biasa-biasa saja, yang masih belajar tentang apa itu hidup yang sebenarnya, yang menggabungkan kesulitan,kesedihan, kegalauan, kesenangan, rasa syukur, dan rasa-rasa indah lainnya menjadi satu untuk mencapai kata "mengerti." Aku bermimpi ingin mencari ilmu sebanyak mungkin yang aku mampu di tanah Allah yang berbeda-beda, karena aku ingin mempelajari hidup dengan cara berada di tempat-tempat itu untuk mengerti arti kehidupan bagi setiap insan di setiap tempat yang berbeda budaya, pola pikir dan kebiasaannya dan pada akhirnya aku ingin menjadi seorang dosen, penulis dan seorang ibu  untuk membagikan apa yang telah aku mengerti kepada sosok lainnya. Terlalu besar mimpi ini memang, tapi itulah "impian", Allah yang menentukan semuanya, jika itu adalah yang terbaik, semua itu dapat aku raih, jika bukan yang terbaik maka mimpi ini akan menjadi impian lainnya yang lebih sesuai menurut Allah, In Shaa Allah...


Aku termasuk penggemar ilmu, karena aku percaya bahwa tidak ada kata cukup untuk ilmu dan aku ingin selalu belajar dan belajar, karena semakin dipelajari, semakin tahu bahwa ilmu Allah itu terlalu luas dan banyak, sehingga syukur bisa selalu berjalan lebih dekat dengan diri ini, itu kamus kehidupanku. Aku bisa memperjelasnya di sini bahwa belajar bukan selalu berada di kelas dan mendengarkan guru yang berbicara, mengerjakan tugas, menyelesaikan soal-soal ujian dan akhirnya mendapatkan nilai, tapi belajar di sini selain dari sisi itu bisa dilihat dalam arti belajar di ruang kehidupan dengan ilmu yang bukan hanya matematika, fisika ataupun biologi, tapi ilmu tambahan yaitu ilmu hidup.

Proses hidup yang membawaku untuk “bermimpi dengan besar” dan selalu mencoba untuk mendalami makna kata itu yang sebenarnya. Proses hidup pula yang membawa keberanianku untuk memilih melanjutkan kuliahku ke Australia setelah lulus SMA pertengahan tahun 2006 lalu dengan hambatan yang sebenarnya telah aku ketahui dan pada akhirnya harus siap menghadapinya di masa depan, yaitu finansial dan perubahan pola hidup yang signifikan. Alhamdulillah keberanian telah aku tanamkan dalam diriku untuk mengambil langkah awal ini untuk menuju mimpi besarku dan telah aku mengerti ini adalah pilihanku. Menurutku, setiap pembelajaran dari kisah hidup ini adalah mengerti apa yang telah dipilihnya, sehingga mengerti pula apa yang harus disadari saat ada rintangan yang menghambat suatu proses menuju tujuan atau mimpi itu sendiri. Satu hal juga yang bisa aku mengerti adalah semua pilihan atau tindakan itu mempunyai alasannya tersendiri dan tidak mungkin sesuatu hal itu tidak memiliki alasan. Pilihanku untuk melanjutkan kuliahku ke Australia terlebih dahulu adalah ingin menguatkan modal awalku untuk menuju pendidilkan dengan standard International, yaitu mendalami bahasa inggris yang menjadi bahasa International.

Tahun 2006, aku masih ingat tepatnya 1 October 2006, kakiku pertama kali menginjak di negeri ini, negeri yang sama sekali tidak aku kenal, negeri yang hanya pernah aku dengar namanya dan tidak pernah mengetahui seperti apa negeri ini, yaitu Australia, tepatnya di Sydney. Jujur aku katakan bahwa aku memulai semuanya dengan kenekatan, tapi kenekatan itu membawaku ke banyak proses hidup yang sampai saat ini sudah 7 tahun terlewati dan aku masih juga coba terus untuk  pelajari agar bisa lebih mengerti . Satu motivasi yang bisa aku katakan bahwa mulailah dengan tekad yang kuat, saat semuanya harus kamu hadapi dan terasa sulit, kembali fikirkan tekad itu, karena itu akan merubah hambatan menjadi pemacu jiwa untuk melangkah lebih gesit lagi melalui semuanya. Itu yang aku lakukan aku bertekad dengan injakan pertamaku di Australia ini, bahwa aku tidak akan pergi kemanapun untuk menyerah sebelum aku menyelesaikan Bachelor/ S1 di Australia dan melanjutkan misi impianku untuk pendidikanku ke tempat-tempat lain nantinya, In shaa Allah.

Tahun 2008, aku menyelesaikan Diploma pertamaku yaitu “Diploma of Science and Engineering” dengan nilai yang memuaskan, karena aku ingin Diploma ini sebagai ucapan terima kasihku kepada orang tuaku yang telah membiayai dan mendo’akan aku selalu selama aku menjalani proses menyelesaikan Diploma itu.
Setelah menyelesaikan Diploma itu barulah aku memulai perjalanan yang lebih menyenangkan, menyedihkan bahkan membuatku takjub pada arti hidup sebenarnya, mulai tahun 2008 awal aku memulai menopang hidupku sendiri dengan semua yang apa adanya, aku mulai bekerja, membiayai hidupku dan kuliahku sendiri. Setelah menyelesaikan Diploma yang pertama aku memutuskan untuk mengambil Diploma keduaku yaitu "Diploma of Information Technology" dan aku selesaikan pada pertengahan 2010 lalu, aku memutuskan mengambil langkah ini karena aku ingin menjadi sosok yang "Mandiri", aku ingin mengumpulkan uangku sendiri untuk menyelesaikan Bachelorku nanti sampai aku selesai.

Alhamdulillah pertengahan tahun 2010 aku memulai kuliah Bachelorku, tapi ada langkah yang kurang tepat aku ambil pada saat itu, yaitu aku memutuskan semua saat aku sedang emosi. Aku tidak membenarkannya dan aku tidak menyalahkan langkah yang kurang tepat yang kuambil ini. Banyak hal yang aku pelajari dari hal-hal yang terjadi waktu itu, tentang ketenangan, kebijaksanaan, kekuasaan Allah yang besar, dan tentang rasa syukur yang begitu menenangkan. Sejak saat itu aku lebih memotivasi diri untuk selalu berfikir positif terhadap setiap hal, termasuk hal-hal yang kecil.

Selanjutnya awal tahun 2011 aku memutuskan pindah ke universitas lain dan memulai Bachelorku lagi, Alhamdulillah awal 2013 aku meraih mimpi pertamaku, mimpi untuk menyelesaikan Bachelor di Australia, mimpi yang awalnya kelihatan tidak mungkin, tapi aku telah membuktikan bahwa dengan keyakinan, kerja keras dan keyakinan pada Allah, Sang segala Maha. Semua itu mungkin, karena aku juga meyakini bahwa kata "tidak mungkin" hanya milik-Nya, dan Allah menyebarkan kata mungkin untuk manusia, untuk diambil dan dimengerti. Selanjutnya aku bisa melanjutkan mimpi ini ke langkah yang lebih tinggi lagi, sampai akhirnya mimpi itu dapat aku selesaikan, In Shaa Allah, Amin...

Mengartikan sebuah mimpi memerlukan pengalaman dengan bermimpi sehingga akhirnya bisa mengerti. Jangan berhenti bermimpi, walaupun terkadang sebagai manusia kita merasakan kejenuhan, tapi mengertilah dengan pengaturan yang baik, pengertian pada kata keikhlasan, dan tekad untuk terus belajar semuanya akan menjadi lebih terkontrol. Satu hal yang paling dibutuhkan juga, yaitu orang-orang pendukung untuk mengingatkan kita pada motivasi awal dan tidak menyerah saat semuanya hanya pada tahap sedang mencapainya, In Shaa Allah...

Ini untuk mengingatkan diri aku sendiri dan semoga bisa memotivasi yang membacanya, In Shaa Allah...

Selamat mencoba, hehehe^_^

Aku bukan takut, tapi aku sedang berusaha

September 2008, aku masih mengingat semuanya.. Kerinduanku atas tanah kelahiran yang telah aqkutinggalkan selama 2 tahun, kehangatan keluarga yang haus ingin aku cicipi lagi secara nyata dan yang pasti suasana rumahku yang ingin aku rekam kembali dalam memori hidupku..

Saat itu pula, aku sedang mencoba untuk membuka diriku dan pasti telah dimengerti, ada sesosok wajah itu datang menghampiri... Pada awalnya niat yang terucap berbeda dan aku tidak pernah berfikir kisah ini akan menjadi kisahku.. Teman lama, itu yang akutau pada saat itu, tidak lebih...

Kenyataannya ada perhatian itu yang kudapat saat aku butuh berpegangan erat, ada posisi dimana aku bisa menjadi anak2 di depannya yang siap dia jaga sebagai orang dewasa dan juga ada saat posisi aku sebagai orang dewasa untuk menjaga dia yang menjadi kekanak-kanakan dihadapanku, juga sentuhan kasih sayang yang dapat dirasa saat aku butuh kekuatan atas kegundahanku dan kesedihanku dengan air mata yang kutahan, ataupun tawa yang ingin aq bagi... Teman lama itu telah menjadi teman terbaikku dengan perasaan baru yang telah terasa...

Akhirnya  semua tidak disimpan, kita memutuskan untuk berbicara dan semuanya terjawab dengan jawaban yang sama, Tapi ada kata tidak mungkin yang harus dimengerti, sehingga akhirnya harus menciptakan kata untuk melupakan dan melangkah tanpa melihatnya lagi...

Tapi aku tahu dia, aku tidak menyalahkannya, aku juga tidak membenarkannya, karena secara jujur dia telah menjadi dirinya sendiri di depan diri ini, tapi diri yang mencoba untuk menutup mata dan melihatnya dari sisi perasaan sehingga semuanya tak terlihat, mungkin terlihat tapi kabur dan dengan kesadaranku aq mengakui itu kesengajaan yang aku lakukan...

Sekarang Mei 2011, 2 tahun 8 bulan sudah terlewati... Hitungan bulan yang lalu sudah aku putuskan untuk memulai membuka kembali semuanya, perlahan pastinya, bukan aku takut untuk memberikan laju yang cepat , tapi sekarang aku masih berusaha untuk membukanya kembali dengan lebih baik, bukan dengan ketergesaan ataupun dengan emosi untuk membuktikan bahwa aku bisa untuk memulainya lagi... Karena aku yakin suatu saat nanti InshaAllah pasti akan terbuka dengan lebarnya dan dimulai dengan lebih baik, dengan diisikan oleh cinta yang lebih indah lagi dengan seseorang yang tertulis sebagai "terbaik" bagiku, bertahtakan ridha dan rahmat-Nya, Amin...

Semangatttttt!!!

Kata-katanya Bagussss

Ada sebuah statement dari sebuah tulisan yang saya baca berbunyi:
"Jikapun kemudian orang menyalahkan sebuah partai politik karena sosok orangnya yang melakukan sesuatu hal yang bertentangan, dan belum tentu dia bersalah atau benar, ketahuilah, saya ber-partai politik itu karena sistem dan kaderisasinya, bukan karena orangnya. Sebagaimana saya ber-Indonesia karena bangsanya, bukan karena pejabatnya"...

Mhn maaf ini bukan untuk mengkritik atau meminta saran, ini juga bukan untuk didebatkan, soalnya saya gak suka berdebat, terlebih itu juga bukan keahlian saya, heheh... Bukankah Rasulullah bersabda "Serahkan semua urusan pada ahlinya", selain mendapatkan hasil yang maksimal, menjauhi dari kesesatan dan keraguan karena terbatasnya ilmu... Soalnya saya juga sedang belajar dan ilmu saya juga masih sangatlah sedikit tentang hal ini... Ini hanya untuk mengingatkan, terutama diri saya sendiri. Saya hanya ingin memberikan informasi bahwa saya bukan orang politik ataupun orang dari suatu golongan, saya hanyalah seorang hamba yang meyakini "Tiada Tuhan Selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah", itu saja^_^

Semoga rahmat, ridha, dan petunjuk Allah selalu tercurahkan untuk kita semua, Amin... Semangattt!!!^_^

Sebuah jawaban dari sebait do'a

Wahai diri yang sedang menanti, tolong titipkan salamku padanya sehingga semua kerinduan bisa terlepas dengan ridha-Nya... Seseorang yang entah dimana dia berada dan aku yakin suatu saat nanti akan ada pertemuan itu di halaman terindah dari buku hidupku dan hidupnya... Sekarang aq ikuti saja aliran air ini sampai aku temukan arus yang telah Allah tuliskan padaku untuk menjadi imamku, In shaa Allah...

Aku hanya ingin menjadi jawaban dari seseorang yang selalu melafazkan do'a dari surat Al Furqan:74 berikut: "Dan orang yang berkata: Wahai Tuhan kami, Anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyejuk mata (kami), dan jadikanlah kami imam (pemimpin) bagi orang yang bertakwa.” ... Karena aku ingin menjadi seorang pendamping yang bisa menyejukkannya, menentramkannya, dan menghiasi setiap alur waktu dengannya untuk ibadah kepada-Nya.. Aku hanya ingin belajar bersama, belajar dalam suka, duka, amarah, kesempitan dan kelapangan untuk menjadi lebih bersyukur... Aku hanya ingin melengkapi kekuranganku dengan kelebihannya dan melengkapi kelebihanku dengan kekurangannya untuk belajar bagaimana menghormati lebih baik... In shaa Allah...

aku hanya ingin beribadah dengan menggenapkan setengah agamaku agar aku lebih mengerti apa tujuan utama seorang manusia itu diciptakan, yaitu untuk beribadah pada-Nya... Aku yakin bahwa Allah telah menuliskan waktu terbaik bagiku, CEPAT atau LAMBAT, InshaAllah... Walaupun sempat terbesit sebuah keraguan dari keinginanku ini dikarenakan aku takut, niatku bukan karena-Nya... Hal-hal yang terjadi telah membuatku berfikir bahwa ini hanya dorongan dari sebuah omongan atau karena rasa sendiri yang pernah menyelimutiku, TAPI jawaban ditemukan pada akhirnya, itu hanya sebuah penunjang dari keingananku untuk menghamba-Nya, In shaa Allah...

Aku hanya seorang manusia biasa yang sedang belajar untuk menjadi lebih baik, manusia biasa yang banyak kekurangan, dan berusaha memberikan kelebihanku dengan cara terbaik... Seseorang yang sedang menuntut ilmu di tanah asing yang telah menjadi pilihanku 4.5 tahun yang lalu... Aku ingin menjadikan pengalamanku ini sebagai wawasanku untuk bekalku menjadi seorang istri dan ibu terbaik, bukan sebagai penunjang careerku, karena aku seorang wanita dan telah jelas dituliskan bahwa seorang laki-laki yang menafkahi seorang wanita, wanita hanya disuruh untuk meringankannya, terkadang dengan tenaganya atau fikirannya... Dengan apa yang telah aku pelajari aku inginkan menjadi seorang wanita yang hebat dibelakang seorang laki-laki yang hebat, bukankah "dibelakang seorang laki-laki yang hebat, ada seorang wanita yang hebat"... Dengan apa yang telah aku mengerti aku ingin punya wawasan yang luas untuk InshaAllah aku bagikan dan ajarkan kepada anak-anakku nanti, sehingga bisa menjadi anak-anak hebat, bukankah "guru paling awal dan penentu itu adalah seorang Ibu"... In shaa Allah...

Jalan kehidupan dan semua ketetapan-Nya adalah yang terbaik bagi hamba2-Nya, itu yang selalu aku yakini, semua ini hanya keinginanku dan do'aku sebagai jawaban dari do'amu, In shaa Allah.... Amin...

Make it BRIGHTER!!! In shaa Allah

Bergembira, adakah kata lain yang lebih berharga dari kata bahagia?!?! Kita bertanya dan bertanya apa yang membuat sebuah kebahagian itu?! Bukan diri yang mencari, tapi bahagia itu yang mendekati, karena adanya rasa puas dan rasa syukur,,, ingat lho syukur... Karena Allah memberikan rahmat-Nya dengan keluasan yang tidak terhingga...

Hal pertama adalah angin optimisme dalam berusaha yang selalu mengalun sehingga tumbuh keyakinan akan adanya kesuksesan pada setiap usaha dan kegagalan yang terkadang timbul untuk membentuk diri agar lebih bijaksana.. Teringat sebuah kalimat yang membangkitkan kata bahwa "berani mengambil tantangan yang besar, Akan menumbuhkan sebuah kesuksesan untuk menjadikannya pengalaman atau kegagalan yang menjadikannya lebih bijaksana".. Bukankah begitu bahagianya kata optimis...

Kedua, adakah sesuatu yang lebih Berkuasa dari Allah?!?! TIDAK bukan... Jelaslah sudah bahwa hanya Allah tempat meminta, yaitu berdo'a, mengaharap kekuasaannya melimpahi apa yang dikerjakan oleh diri yang hanya seorang manusia biasa, yang masih banyak harus belajar untuk menjadikan hari2nya lebih berharga dengan Ridha-Nya sebagai pengharapan satu2nya... Dan ingatlah "Cukuplah Allah sebagai Penolong dan Pelindungmu"...

Yang ketiga prasangka yang baik atas semua yang sudah tertulis dengan rapi oleh Sang Segala Maha, karena keyakinan menerima dan menjalaninya adalah keharusan yang mutlaq, sehingga adanya kepercayaan bahwa semua adalah yang terbaik dan manusia mengikuti jejak itu sehingga menemukan ketenangan... Begitu juga dengan menunggu, keyakinanku atas jalannya untuk mengikuti saja seperti air yang mengalir, kalaupun ada arus yang harus aq ikuti itu karena kekagumanku dan karena pengharapanku sampai kepada ikatan untuk menggapai ridha-Nya dengan sebuah komitment hidup... Begitulah telah tercipta waktu Dan sosok terbaik di lembaran kehidupan pada halaman terbaik... InshaAllah...

Makanya apalagi yang harus ditunggu optimis, berharap pada Allah dan berprasangka baiklah, agar bahagia menghampiri dengan senyumnya^_^

Sebuah tulisan pembangkit jiwa menggapai harapan akan kesuksesan yang menanti, sehingga hidup bisa lebih bewarna, InshaAllah...

SEMANGATTTTTTTTT!!!!!!!

menunggu untuk melupakan

Aku mengerti kenapa ada kata-kata indah itu yang terucap dari lisanmu, menyadari diri kita masing-masing mempunyai perbedaan prinsip dalam berhubungan, walaupun kita punya mimpi yang sama, tapi jalan dan langkah kita berbeda.....

Aku mengerti kenapa ada kata-kata janji untuk menunggu itu yang terdengar oleh pendengaranku darimu, menyadari bahwa kita akan sama-sama menunggu sampai mimpi kita masing-masing terwujud, walaupun kita punya rasa nyaman, tapi tidak mungkin ada kata bersama sampai mimpi itu bisa kita genggam dan kita perlihatkan pada dunia bahwa kita mampu...

Aku mengerti untuk menggapai mimpi itu kita butuh tahun, bukan hanya hari dan bulan... Sadarkah kita bahwa itu sudah terlewat dengan hitungan tahun??? Walaupun mimpi kita belum terwujud... Tapi akankah kata menunggu masih sama-sama kita pegang?!?!?!

Pilihan kita untuk tidak menjalin kata komunikasi, karena takut rasa itu mengganggu mimpi yang sedang kita coba tuntaskan secepat mungkin... Aku mengerti kamu, aku tidak cemburu, aku percaya kamu, karena aku sudah berbicara pada diriku bahwa aku akan biarkan kamu berpetualang dengan kata menyayangi selama jalan mimpi itu sedang diraih, karena akhirnya adalah "kita"...

Aku ingin menjadi seseorang yang setia dengan bukti tahun yang telah terlewati dan aq yakin di lubuk hatimu ada kata setia, walaupun tidak pernah kamu tampakkan pada orang lain, cukup aku saja yang bisa melihatnya... Karena sampai sekarang aku tidak pernah percaya kata mereka ataupun bukti-bukti yang terlihat, seperti yang telah terucap cukup aku yang mengerti dan melihatnya...

Tapi aku juga mengerti bahwa kenyataan yang ada sekarang tidak membiarkan aq menunggu lagi dan aq harus patuh dengan itu... Ini karena mimpi kita harus masih menunggu lagi sampai waktunya diwujudkan dan saat itu akan terlambat bagi hidup kita masing-masing... Karena selama ini kita bermain dengan waktu dan sekarang waktu pula yang menjawab impian untuk mewujudkan kata "kita" akan sulit tercipta... Sekarang aq hanya harus melupakan janji itu, membuka hatiku kembali, dan melangkah kembali... Aq ingin menggapai ridha-Nya dalam hal menyayangi, itu saja... Semoga pilihan ini bisa dimengerti... Kamu akan selalu menjadi "kisah masa lalu terbaik" dalam hidupku, InshaAllah...

Ya Allah please always guides me, Amin...

Attachment and circle of life

Saat aku harus belajar untuk menerima, semuanya hanya sangat sulit, hanya inginkan untuk berlari untuk apa yang pernah terbesit... Semuanya bagaikan mengejarku dengan tanda tanya yang terus bergulir ataukkah emosi yang selalu mengganggu...

Hubungan hati, pertemanan, persahabatan, bahkan persaudaraan adalah perputaran-Nya, yang menyisihkan setiap langkah yang mengartikan setiap hari yang pernah terlewati, tapi tak akan mungkin selamanya akan bisa berjalan sesuai dengan yang diri senangi...

Seorang bayi akan lahir, selanjutnya menjadi anak-anak, remaja, dewasa, dan tua... Itu adalah perjalanan hidup setiap manusia... Bahkan ada yang tidak merasakan semua proses itu, karena Allah lebih tau di mana tempat yang terbaik baginya...

Pertemuan dan hubungan yang dulu pernah terjalin dan semua attachment atau ikatan yang pernah menyatukan, itu hanya siklus kehidupan dan tidak bisa berharap untuk selamanya akan menjadi sama... Karena kesadaran seorang manusia untuk menciptakan jalan hidupnya sendiri... Bahkan ikatan orang tua dan anak juga bukanlah ikatan yang kekal, karena seorang anak akan pergi meninggalkan rumah orang tuanya untuk menjadikan hidupnya punya arti... Hanya satu yang selalu akan sama yaitu ikatan manusia dengan Allah, Tuhannya... Itu yang aq mengerti...

Aku yang sedang membangun sebuah istana impian di dalam hatiku hanya inginkan menjadikan diri sebagai orang yang focus atas apa yang ingin dicapainya sehingga aku bisa menyelesaikan bangunan istana itu dan aku berikan mahkotanya kepada kedua orang tuaku, karena mereka adalah motivator utamaku...

Aku bukan ingin menjauh hanya ingin belajar untuk mengerti tentang siklus hidup itu sehingga aku bisa bangkit dari keterpurukan yang aku rasa karena jujur aku merasa kehilangan, karena merasa semua yang menjauhiku bukan fikir yang menyuruhnya... Selanjutnya hanya bantuan yang bisa aku tawarkan, jika aku punya kemampuan untuk melakukannya... Hanya itu saja tidak lebih...

Diri ini hanya manusia biasa yang masih jauh dari kata sempurna, yang hanya sedang belajar dan terus belajar untuk menjadikan kelemahanku sebagai kesempurnaanku... Mungkin sekarang aku akan membangun kehidupanku sendiri untuk focus atas apa yang telah aku isyaratkan sebagai rencana utama yang ingin aku raih...

Mereka bilang, impian itu dimulai dari proses yang tidak menyenangkan menjadikan akhirnya sesuatu yang sangat indah dan menyenangkan bagi diri untuk dimiliki... Seperti buah yang segar dan enak, ditumbuhi dengan pupuk yang kebanyakan berasal dari kotoran... Coba dimengerti untuk menjadikan semangat untuk tumbuh kembali, InshaAllah...

Ini bukanlah akhir dari semuanya, ini hanya permulaan dari pembelajaran yang sedang dilakukan... jadikan setiap prosesnya untuk menjadikan diri lebih baik, In shaa Allah...

Ya Allah please always guides me, Amin..

Jodoh tidak akan tertukar

Aku teringat kisah seorang teman...

Ia adalah seorang muslimah yg senantiasa terjaga. Hari-harinya senantiasa diisi dengan kegiatan bermakna.. Apalagi kalau bukan mengisi kajian, membaca buku, menulis tausyah dan sebagainya.

Suatu hari, ia memiliki permasalahan dakwah yg begitu besar. Bahkan ia bingung, kepada siapa ia harus meminta bantuan... Tak ayal, dia hanya bisa memohon dalam sujud panjangnya agar segera diberi jalan keluar terbaik.

Tak berapa lama... Ia dikenalkan dengan seorang ikhwan, tepatnya terpaut 6 tahun yg pada saat itu, ikhwan tersebut memberikan bantuan berupa masukan-masukan serta solusi mengenai problema dakwah yg sedang dialami temanku itu.

Saat itu temanku benar-benar berterima kasih serta mengucap rasa syukur sedalam-dalamnya... Karena perlahan problema dakwah yg sedang dihadapi menemui titik terangnya.

Namun, setelah titik terang ditemui.. ternyata menambah sebuah problema baru. Bagaimana tidak, kedekatannya dengan sang ikhwan tersebut.. ternyata memunculkan benih-benih cinta dalam hatinya.

Sungguh, sebenarnya temanku itu tak mau memiliki rasa seperti itu, ia pun ingin membuang jauh-jauh bayangan tentang ikhwan tersebut yg sebenarnya sudah dianggap oleh temanku itu sebagai seorang kakak. Ya! hanya sebatas kakak.

Tapi, apa mau dikata... rasa kagum karena kefahaman ikhwan tersebut akan ilmu agama serta keshalihannya ternyata mampu mengalihkan keimanan temanku itu. Ia selalu uring-uringan dan pada akhirnya hidupnya jadi tak bersemangat lagi.. Kalau dulu, ia bersujud panjang karena rasa khouf-nya yg ada.. kini dalam sujud panjangnya selalu terhadirkan genangan air mata, ingin disatukannya ia dengan ikhwan tersebut.

Sampai suatu hari, ia menceritakan semuanya padaku... dan aku pun mencoba menenangkannya. Ia terus menangis dan menangis sejadi-jadinya. Ia sudah tak tahan lagi terhadap kegalauan perasaannya. Ia takut rasa itu akan semakin mencengkeramnya dengan kuat dan akhirnya terbius oleh hawa nafsu syaitan.

Aku pun mencoba memberikan saran, untuk coba berterus terang terhadap ikhwan tersebut akan perasaan temanku ini yg sebenar-benarnya. Malah kalau perlu langsung menawarkan diri untuk minta dinikahinya. Bukankah Siti Khadijah juga menawarkan diri kepada Rasululloh, hanya saja melalui seorang perwakilan? Apakah menawarkan diri ini disampaikan melalui perwakilan atau secara langsung oleh diri sendiri terserah, asalkan caranya baik & sesuai dengan syariat Islam. Bila ingin maju tanpa perwakilan tentu harus siap dengan satu syarat: harus siap mental!.



Temanku akhirnya paham dan memberanikan diri untuk menawarkan diri terhadap ikhwan tersebut, tentu minta untuk dinikahi.. bukan untuk dipacari. Dan ia sudah siap dengan berbagai kemungkinan yg akan terjadi. Tapi bismillah saja lah, pikirnya. Toh aku bukan meminta pada ikhwan tersebut tapi sebenar-benarnya aku meminta pada Sang Pemilik ikhwan tersebut (red. Alloh), kata temanku.

Dan setelah beberapa lama, aku kehilangan kabar temanku ini. Entah apa yg telah terjadi, namun rasa keingintahuanku begitu membuncah.. Sampai pada akhirnya, aku mendapat kabar darinya.. bahwa ikhwan tersebut telah menikah, dengan akhwat yg lain.

Aku ikut bersedih, tentu ada rasa kekecewaan yg hadir terhadap diri temanku tersebut. Tapi, ketika aku menemuinya, ia begitu tegar.. dan mengatakan "Aku sudah menawarkan diri pada ikhwan tersebut, tapi ikhwan tersebut justru menyerahkan undangan pernikahannya padaku. Aku mungkin telat menawarkan diriku padanya, tapi sungguh aku yakin bahwa jodohku tak akan pernah tertukar oleh siapapun".

Degg... tiba-tiba aku terlemas. Kata-katanya begitu menghujam dalam kalbuku. Ia sungguh wanita sholehah.. Aku yakin, ia akan mendapatkan jodohnya yg terbaik kelak.

Setelah pertemuan itu. Aku tak bertemu lagi dengan temanku tersebut... Kita benar-benar loss contact sama sekali.

***

Kita kembali dipertemukan.. tepatnya ketika aku berkunjung ke toko buku. Ia masih tampak seperti yg dulu, setelah pertemuan terakhirku dengannya setahun yg lalu. Ia pun menghampiriku dan menyapaku, lalu mengajakku untuk mampir ke sebuah rumah makan yg tak jauh dari toko buku itu. Disanalah kita berbincang kembali... kemudian ia menceritakan padaku, bahwa ia sempat ta'aruf namun gagal hingga kedua kalinya. Dengan hanya karena sebuah alasan, bahwa temanku itu adalah seorang "Aktivis".

Aku tak habis pikir mendengar ceritanya, wanita seperti dia, bisa ditolak ikhwan hanya karena alasan itu??!! Huhh..!! aku emosi sekali. Jarang-jarang kan ada wanita yg seperti ini, sudah cantik, sholehah, pemahaman ilmu agamanya banyak dan aktifis dakwah pula. Apalagi sih yg dicari dari para ikhwan tersebut?!

Ahh, itu pasti karena ikhwan tersebut takut menyeimbangi kafaah yg dimiliki temanku ini. Belum maju ke medan perang, ehh.. udah mundur selangkah demi selangkah. Capekkk dah!!

Tapi sekali lagi, tak ada rasa kekecewaan yg muncul dari temanku ini.. meski aku yakin, namanya juga manusia, tentu temanku merasakan sakit yg terdalam di hatinya mengenai kegagalannya berkali-kali dalam menuju gerbang pernikahan.

***

Itu dulu.. ketika 1,5 tahun yg lalu kita bercerita... Tapi lihatlah kini, surat undangan pernikahan berwarna merah telah berada di genggaman tenganku. Akhir dari sebuah perjalanan seorang temanku.

Dan sungguh benar janji Alloh, "Perempuan-perempuan yg keji adalah untuk yg keji pula dan laki-laki yang keji untuk wanita-wanita yg keji, sedangkan wanita-wanita yg baik untuk laki-laki yg baik dan laki-laki yg baik juga diperuntukkan bagi perempuan-perempuan yg baik…” (QS. An-Nur: 26).


Ternyata apapun yg telah Alloh tetapkan bagi manusia merupakan hak-Nya, pasti ada hikmah besar di dalamnya, tergantung bagaimana kita menyikapi.

Dan sebuah pembelajaran bagiku,  tentu aku harus yakin seperti temanku ini, keyakinan bahwa "Jodoh tidak akan pernah tertukar". Insya Alloh.

(Renungan N Kisah Inspiratif)