Thursday, 27 February 2014

Motivasi

Setiap orang pasti punya target dan planning dalam hidupnya, termasuk aku, aku punya apa yang ingin aku lakukan, target pendidikan, menikah, pekerjaan, tempat yang ingin dituju, keindahan yang ingin dilihat, ilmu hidup yang ingin dicicipi dan keridhaan yang ingin diraih, dan semua itu aku tuliskan dengan pensil hidupku. Teringat akan nasehat seorang guru SMAku yang selalu membuat aku yakin untuk mengambil sebuah tantangan, yaitu "Devi, kita hanya manusia yang menghamba pada-Nya, tuliskan semua target dan planning kamu di sebuah lembaran kertas hidupmu dengan sebuah pensil terindah, TAPI berikan penghapusnya pada Allah, karena Allah lebih tau apa yang terbaik buat kamu".. Subhanallah, kata-kata itu yang selalu aku ingat dan selalu aku coba untuk laksanakan sebaik yang aku bisa, In shaa Allah...

Yang ingin aku bahas di sini adalah pendidikanku, motivasi yang hampir saja sempat menghilang 6 bulan yang  lalu, yang hampir membuat aku menyerah dan meninggalkannya, karena aku tidak mengerti apa yang harus aku lakukan. Subhanallah, Allah menghapus satu planningku dan menggantinya dengan yang lebih baik, sehingga aku memiliki motivasi baru lagi, motivasi yang pernah hampir aku ingin lupakan. Ternyata jurusan dan keadaan yang 6 bulan lalu telah aku lalui banyak memberi pelajaran kepadaku, pelajaran yang akan aku ingat seumur hidupku untuk aku jadikan salah satu referensiku dalam hidup. Keputusanku untuk mengganti jurusanku dan mengubah sedikit gaya hidupku menumbuhkan sebuah motivasi baru untuk meraih targetku dalam pendidikanku, In shaa Allah...

Jujur ingin aku katakan ada 2 tempat yang sedang menjadi pertimbanganku, untuk meninggalkan satu tempat dan menetap pada salah satu pilihan yang lain.. Banyak yang harus menjadi pertimbangan dan penentu dalam pilihan ini. Aku akan berusaha memikirkannya lebih baik sewaktu aq beribur nanti, karena mungkin saja ada sesuatu hal yang mengubah semua pilihan itu ke sebuah pilihan yang lebih baik, In shaa Allah, Amin...

Sekarang aku hanya mencoba menjalankan sebaik mungkin apa yang telah aku pilih dengan sebuah ketetapan yang telah Allah tuliskan untukku. menumbuhkan kembali secara sempurna motivasi baru yang menjadi prioritas utamaku sekarang, In shaa Allah...

In shaa Allah, Amin....^_^

Coba Rangkaikan itu menjadi diriku

Teman, tolong dengarkan aku... Aku takutkan langkah kaki ini mengganggu kita, berjalan pada titik-titik yang berusaha untuk dikuasai alirannya sehingga aku dapat satukan menjadi garis yang berbentuk jelas... Tapi semuanya masih terasa sangat samar dan aku takut teman bentuk ini menjadi sesuatu yang tidak akan pernah jelas, karena aq dan kamu seperti mengerti tapi berusaha membuatnya menjadi titik-titik yang samar kembali...


Aku tidak ingin menjadikannya salah, karena aku juga tidak ingin bermain dalam alunan merdu setiap lirik-lirik yang terasa sangat keras aku dengarkan, sehingga aku pergi dan terlupakan akan sesuatu yang seharusnya aku mengerti..

Aku berusaha untuk berdiri dengan kedua kakiku saja dengan bantuan Allah, Sang segala Maha juga pastinya... Berfikir tentang kamu dan semua tanggung jawab yang selalu berada dan menari di atas senyum gembira ataupun kata-kata aneh yang sering terucap oleh lisan... Berusaha mencari pengalihan sosok lain sehingga semuanya tidak terpakukan atas rangkaian menjadi kata diriku... Tapi harusnya kamu belajar untuk mengerti juga, bahwa apa yang kamu genggam bukanlah hal yang mudah bagi setiap jemari - jemari manis ataupun pahit sekalipun, karena hal yang kamu mengerti harus dijadikan satu kesatuan yang jelas dengan jembatan pengertian dan kasih sayang yang hanya bukan dilandasi dengan keindahan subjective saja.. Allah Maha Adil kepada setiap hamba2-Nya, tolong dimengerti apa yang benar-benar kamu butuhkan...

Teman, bermain lagi kita dengan kata waktu, tolong jangan sampai waktu itu sendiri menggantikan semua kebaikan menjadi kata sia-sia, karena aq tidak menginginkan ada kata merugikan diantara ikatan yang baik ini, sehingga klo nantinya titik-titik itu menjadi jelas, kita bisa mengerti bahwa ini adalah sesuatu yang harusnya kita jaga untuk menuju jalan berkah-Nya sampai akhir nantinya, In shaa Allah...

Temanku, taukah kamu kalau aku mendengar sebuah kabar yang Subhanallah membuatku tertegun dengan semua rangkaian cerita hidup... aq rasa 5 tahun bukan waktu yang sebentar untuk menemukan sebatang pohon yang sangat kuat yang bisa disatukan dengan ranting yang terhias oleh seorang sahabatku, cerita yang selalu berputar di depannya tentang batang pohon itu hanya mengelilinginya, yang pada akhirnya dia malah mendekat ke arah dirinya... Subhanallah, ternyata 5 tahun mencari sesuatu yang di dekat tapi tak bersuara..^_^

Semoga kamu bisa mengerti kalau rangkaian kata-kata ini kuharapkan bisa menjadi diriku, jika ridha dan berkah Allah ada di dalam bentuk itu, In shaa Allah...

Ya Allah please always guides me, Amin^_^

Bermimpilah, maka kamu akan mengerti :)

Saat memikirkan kata bermimpi, aku mengingatkan diriku sendiri untuk dapat menjalani hidup dengan impian setinggi-tingginya, karena keyakinan bahwa hidup berawal dari mimpi. Pencapaian terhadap mimpi itu sendiri adalah dengan keyakinan bahwa diri ini mampu dan ber "positive thinking" dengan ketentuan Allah, Tuhan Yang Maha Esa, karena diri sendirilah yang memacu semangat itu untuk menjadikan kata sanggup dekat dengannya atau menjauhkannya dari diri. Aku hanyalah seseorang yang biasa-biasa saja, yang masih belajar tentang apa itu hidup yang sebenarnya, yang menggabungkan kesulitan,kesedihan, kegalauan, kesenangan, rasa syukur, dan rasa-rasa indah lainnya menjadi satu untuk mencapai kata "mengerti." Aku bermimpi ingin mencari ilmu sebanyak mungkin yang aku mampu di tanah Allah yang berbeda-beda, karena aku ingin mempelajari hidup dengan cara berada di tempat-tempat itu untuk mengerti arti kehidupan bagi setiap insan di setiap tempat yang berbeda budaya, pola pikir dan kebiasaannya dan pada akhirnya aku ingin menjadi seorang dosen, penulis dan seorang ibu  untuk membagikan apa yang telah aku mengerti kepada sosok lainnya. Terlalu besar mimpi ini memang, tapi itulah "impian", Allah yang menentukan semuanya, jika itu adalah yang terbaik, semua itu dapat aku raih, jika bukan yang terbaik maka mimpi ini akan menjadi impian lainnya yang lebih sesuai menurut Allah, In Shaa Allah...


Aku termasuk penggemar ilmu, karena aku percaya bahwa tidak ada kata cukup untuk ilmu dan aku ingin selalu belajar dan belajar, karena semakin dipelajari, semakin tahu bahwa ilmu Allah itu terlalu luas dan banyak, sehingga syukur bisa selalu berjalan lebih dekat dengan diri ini, itu kamus kehidupanku. Aku bisa memperjelasnya di sini bahwa belajar bukan selalu berada di kelas dan mendengarkan guru yang berbicara, mengerjakan tugas, menyelesaikan soal-soal ujian dan akhirnya mendapatkan nilai, tapi belajar di sini selain dari sisi itu bisa dilihat dalam arti belajar di ruang kehidupan dengan ilmu yang bukan hanya matematika, fisika ataupun biologi, tapi ilmu tambahan yaitu ilmu hidup.

Proses hidup yang membawaku untuk “bermimpi dengan besar” dan selalu mencoba untuk mendalami makna kata itu yang sebenarnya. Proses hidup pula yang membawa keberanianku untuk memilih melanjutkan kuliahku ke Australia setelah lulus SMA pertengahan tahun 2006 lalu dengan hambatan yang sebenarnya telah aku ketahui dan pada akhirnya harus siap menghadapinya di masa depan, yaitu finansial dan perubahan pola hidup yang signifikan. Alhamdulillah keberanian telah aku tanamkan dalam diriku untuk mengambil langkah awal ini untuk menuju mimpi besarku dan telah aku mengerti ini adalah pilihanku. Menurutku, setiap pembelajaran dari kisah hidup ini adalah mengerti apa yang telah dipilihnya, sehingga mengerti pula apa yang harus disadari saat ada rintangan yang menghambat suatu proses menuju tujuan atau mimpi itu sendiri. Satu hal juga yang bisa aku mengerti adalah semua pilihan atau tindakan itu mempunyai alasannya tersendiri dan tidak mungkin sesuatu hal itu tidak memiliki alasan. Pilihanku untuk melanjutkan kuliahku ke Australia terlebih dahulu adalah ingin menguatkan modal awalku untuk menuju pendidilkan dengan standard International, yaitu mendalami bahasa inggris yang menjadi bahasa International.

Tahun 2006, aku masih ingat tepatnya 1 October 2006, kakiku pertama kali menginjak di negeri ini, negeri yang sama sekali tidak aku kenal, negeri yang hanya pernah aku dengar namanya dan tidak pernah mengetahui seperti apa negeri ini, yaitu Australia, tepatnya di Sydney. Jujur aku katakan bahwa aku memulai semuanya dengan kenekatan, tapi kenekatan itu membawaku ke banyak proses hidup yang sampai saat ini sudah 7 tahun terlewati dan aku masih juga coba terus untuk  pelajari agar bisa lebih mengerti . Satu motivasi yang bisa aku katakan bahwa mulailah dengan tekad yang kuat, saat semuanya harus kamu hadapi dan terasa sulit, kembali fikirkan tekad itu, karena itu akan merubah hambatan menjadi pemacu jiwa untuk melangkah lebih gesit lagi melalui semuanya. Itu yang aku lakukan aku bertekad dengan injakan pertamaku di Australia ini, bahwa aku tidak akan pergi kemanapun untuk menyerah sebelum aku menyelesaikan Bachelor/ S1 di Australia dan melanjutkan misi impianku untuk pendidikanku ke tempat-tempat lain nantinya, In shaa Allah.

Tahun 2008, aku menyelesaikan Diploma pertamaku yaitu “Diploma of Science and Engineering” dengan nilai yang memuaskan, karena aku ingin Diploma ini sebagai ucapan terima kasihku kepada orang tuaku yang telah membiayai dan mendo’akan aku selalu selama aku menjalani proses menyelesaikan Diploma itu.
Setelah menyelesaikan Diploma itu barulah aku memulai perjalanan yang lebih menyenangkan, menyedihkan bahkan membuatku takjub pada arti hidup sebenarnya, mulai tahun 2008 awal aku memulai menopang hidupku sendiri dengan semua yang apa adanya, aku mulai bekerja, membiayai hidupku dan kuliahku sendiri. Setelah menyelesaikan Diploma yang pertama aku memutuskan untuk mengambil Diploma keduaku yaitu "Diploma of Information Technology" dan aku selesaikan pada pertengahan 2010 lalu, aku memutuskan mengambil langkah ini karena aku ingin menjadi sosok yang "Mandiri", aku ingin mengumpulkan uangku sendiri untuk menyelesaikan Bachelorku nanti sampai aku selesai.

Alhamdulillah pertengahan tahun 2010 aku memulai kuliah Bachelorku, tapi ada langkah yang kurang tepat aku ambil pada saat itu, yaitu aku memutuskan semua saat aku sedang emosi. Aku tidak membenarkannya dan aku tidak menyalahkan langkah yang kurang tepat yang kuambil ini. Banyak hal yang aku pelajari dari hal-hal yang terjadi waktu itu, tentang ketenangan, kebijaksanaan, kekuasaan Allah yang besar, dan tentang rasa syukur yang begitu menenangkan. Sejak saat itu aku lebih memotivasi diri untuk selalu berfikir positif terhadap setiap hal, termasuk hal-hal yang kecil.

Selanjutnya awal tahun 2011 aku memutuskan pindah ke universitas lain dan memulai Bachelorku lagi, Alhamdulillah awal 2013 aku meraih mimpi pertamaku, mimpi untuk menyelesaikan Bachelor di Australia, mimpi yang awalnya kelihatan tidak mungkin, tapi aku telah membuktikan bahwa dengan keyakinan, kerja keras dan keyakinan pada Allah, Sang segala Maha. Semua itu mungkin, karena aku juga meyakini bahwa kata "tidak mungkin" hanya milik-Nya, dan Allah menyebarkan kata mungkin untuk manusia, untuk diambil dan dimengerti. Selanjutnya aku bisa melanjutkan mimpi ini ke langkah yang lebih tinggi lagi, sampai akhirnya mimpi itu dapat aku selesaikan, In Shaa Allah, Amin...

Mengartikan sebuah mimpi memerlukan pengalaman dengan bermimpi sehingga akhirnya bisa mengerti. Jangan berhenti bermimpi, walaupun terkadang sebagai manusia kita merasakan kejenuhan, tapi mengertilah dengan pengaturan yang baik, pengertian pada kata keikhlasan, dan tekad untuk terus belajar semuanya akan menjadi lebih terkontrol. Satu hal yang paling dibutuhkan juga, yaitu orang-orang pendukung untuk mengingatkan kita pada motivasi awal dan tidak menyerah saat semuanya hanya pada tahap sedang mencapainya, In Shaa Allah...

Ini untuk mengingatkan diri aku sendiri dan semoga bisa memotivasi yang membacanya, In Shaa Allah...

Selamat mencoba, hehehe^_^

Aku bukan takut, tapi aku sedang berusaha

September 2008, aku masih mengingat semuanya.. Kerinduanku atas tanah kelahiran yang telah aqkutinggalkan selama 2 tahun, kehangatan keluarga yang haus ingin aku cicipi lagi secara nyata dan yang pasti suasana rumahku yang ingin aku rekam kembali dalam memori hidupku..

Saat itu pula, aku sedang mencoba untuk membuka diriku dan pasti telah dimengerti, ada sesosok wajah itu datang menghampiri... Pada awalnya niat yang terucap berbeda dan aku tidak pernah berfikir kisah ini akan menjadi kisahku.. Teman lama, itu yang akutau pada saat itu, tidak lebih...

Kenyataannya ada perhatian itu yang kudapat saat aku butuh berpegangan erat, ada posisi dimana aku bisa menjadi anak2 di depannya yang siap dia jaga sebagai orang dewasa dan juga ada saat posisi aku sebagai orang dewasa untuk menjaga dia yang menjadi kekanak-kanakan dihadapanku, juga sentuhan kasih sayang yang dapat dirasa saat aku butuh kekuatan atas kegundahanku dan kesedihanku dengan air mata yang kutahan, ataupun tawa yang ingin aq bagi... Teman lama itu telah menjadi teman terbaikku dengan perasaan baru yang telah terasa...

Akhirnya  semua tidak disimpan, kita memutuskan untuk berbicara dan semuanya terjawab dengan jawaban yang sama, Tapi ada kata tidak mungkin yang harus dimengerti, sehingga akhirnya harus menciptakan kata untuk melupakan dan melangkah tanpa melihatnya lagi...

Tapi aku tahu dia, aku tidak menyalahkannya, aku juga tidak membenarkannya, karena secara jujur dia telah menjadi dirinya sendiri di depan diri ini, tapi diri yang mencoba untuk menutup mata dan melihatnya dari sisi perasaan sehingga semuanya tak terlihat, mungkin terlihat tapi kabur dan dengan kesadaranku aq mengakui itu kesengajaan yang aku lakukan...

Sekarang Mei 2011, 2 tahun 8 bulan sudah terlewati... Hitungan bulan yang lalu sudah aku putuskan untuk memulai membuka kembali semuanya, perlahan pastinya, bukan aku takut untuk memberikan laju yang cepat , tapi sekarang aku masih berusaha untuk membukanya kembali dengan lebih baik, bukan dengan ketergesaan ataupun dengan emosi untuk membuktikan bahwa aku bisa untuk memulainya lagi... Karena aku yakin suatu saat nanti InshaAllah pasti akan terbuka dengan lebarnya dan dimulai dengan lebih baik, dengan diisikan oleh cinta yang lebih indah lagi dengan seseorang yang tertulis sebagai "terbaik" bagiku, bertahtakan ridha dan rahmat-Nya, Amin...

Semangatttttt!!!

Kata-katanya Bagussss

Ada sebuah statement dari sebuah tulisan yang saya baca berbunyi:
"Jikapun kemudian orang menyalahkan sebuah partai politik karena sosok orangnya yang melakukan sesuatu hal yang bertentangan, dan belum tentu dia bersalah atau benar, ketahuilah, saya ber-partai politik itu karena sistem dan kaderisasinya, bukan karena orangnya. Sebagaimana saya ber-Indonesia karena bangsanya, bukan karena pejabatnya"...

Mhn maaf ini bukan untuk mengkritik atau meminta saran, ini juga bukan untuk didebatkan, soalnya saya gak suka berdebat, terlebih itu juga bukan keahlian saya, heheh... Bukankah Rasulullah bersabda "Serahkan semua urusan pada ahlinya", selain mendapatkan hasil yang maksimal, menjauhi dari kesesatan dan keraguan karena terbatasnya ilmu... Soalnya saya juga sedang belajar dan ilmu saya juga masih sangatlah sedikit tentang hal ini... Ini hanya untuk mengingatkan, terutama diri saya sendiri. Saya hanya ingin memberikan informasi bahwa saya bukan orang politik ataupun orang dari suatu golongan, saya hanyalah seorang hamba yang meyakini "Tiada Tuhan Selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah", itu saja^_^

Semoga rahmat, ridha, dan petunjuk Allah selalu tercurahkan untuk kita semua, Amin... Semangattt!!!^_^

Sebuah jawaban dari sebait do'a

Wahai diri yang sedang menanti, tolong titipkan salamku padanya sehingga semua kerinduan bisa terlepas dengan ridha-Nya... Seseorang yang entah dimana dia berada dan aku yakin suatu saat nanti akan ada pertemuan itu di halaman terindah dari buku hidupku dan hidupnya... Sekarang aq ikuti saja aliran air ini sampai aku temukan arus yang telah Allah tuliskan padaku untuk menjadi imamku, In shaa Allah...

Aku hanya ingin menjadi jawaban dari seseorang yang selalu melafazkan do'a dari surat Al Furqan:74 berikut: "Dan orang yang berkata: Wahai Tuhan kami, Anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyejuk mata (kami), dan jadikanlah kami imam (pemimpin) bagi orang yang bertakwa.” ... Karena aku ingin menjadi seorang pendamping yang bisa menyejukkannya, menentramkannya, dan menghiasi setiap alur waktu dengannya untuk ibadah kepada-Nya.. Aku hanya ingin belajar bersama, belajar dalam suka, duka, amarah, kesempitan dan kelapangan untuk menjadi lebih bersyukur... Aku hanya ingin melengkapi kekuranganku dengan kelebihannya dan melengkapi kelebihanku dengan kekurangannya untuk belajar bagaimana menghormati lebih baik... In shaa Allah...

aku hanya ingin beribadah dengan menggenapkan setengah agamaku agar aku lebih mengerti apa tujuan utama seorang manusia itu diciptakan, yaitu untuk beribadah pada-Nya... Aku yakin bahwa Allah telah menuliskan waktu terbaik bagiku, CEPAT atau LAMBAT, InshaAllah... Walaupun sempat terbesit sebuah keraguan dari keinginanku ini dikarenakan aku takut, niatku bukan karena-Nya... Hal-hal yang terjadi telah membuatku berfikir bahwa ini hanya dorongan dari sebuah omongan atau karena rasa sendiri yang pernah menyelimutiku, TAPI jawaban ditemukan pada akhirnya, itu hanya sebuah penunjang dari keingananku untuk menghamba-Nya, In shaa Allah...

Aku hanya seorang manusia biasa yang sedang belajar untuk menjadi lebih baik, manusia biasa yang banyak kekurangan, dan berusaha memberikan kelebihanku dengan cara terbaik... Seseorang yang sedang menuntut ilmu di tanah asing yang telah menjadi pilihanku 4.5 tahun yang lalu... Aku ingin menjadikan pengalamanku ini sebagai wawasanku untuk bekalku menjadi seorang istri dan ibu terbaik, bukan sebagai penunjang careerku, karena aku seorang wanita dan telah jelas dituliskan bahwa seorang laki-laki yang menafkahi seorang wanita, wanita hanya disuruh untuk meringankannya, terkadang dengan tenaganya atau fikirannya... Dengan apa yang telah aku pelajari aku inginkan menjadi seorang wanita yang hebat dibelakang seorang laki-laki yang hebat, bukankah "dibelakang seorang laki-laki yang hebat, ada seorang wanita yang hebat"... Dengan apa yang telah aku mengerti aku ingin punya wawasan yang luas untuk InshaAllah aku bagikan dan ajarkan kepada anak-anakku nanti, sehingga bisa menjadi anak-anak hebat, bukankah "guru paling awal dan penentu itu adalah seorang Ibu"... In shaa Allah...

Jalan kehidupan dan semua ketetapan-Nya adalah yang terbaik bagi hamba2-Nya, itu yang selalu aku yakini, semua ini hanya keinginanku dan do'aku sebagai jawaban dari do'amu, In shaa Allah.... Amin...

Make it BRIGHTER!!! In shaa Allah

Bergembira, adakah kata lain yang lebih berharga dari kata bahagia?!?! Kita bertanya dan bertanya apa yang membuat sebuah kebahagian itu?! Bukan diri yang mencari, tapi bahagia itu yang mendekati, karena adanya rasa puas dan rasa syukur,,, ingat lho syukur... Karena Allah memberikan rahmat-Nya dengan keluasan yang tidak terhingga...

Hal pertama adalah angin optimisme dalam berusaha yang selalu mengalun sehingga tumbuh keyakinan akan adanya kesuksesan pada setiap usaha dan kegagalan yang terkadang timbul untuk membentuk diri agar lebih bijaksana.. Teringat sebuah kalimat yang membangkitkan kata bahwa "berani mengambil tantangan yang besar, Akan menumbuhkan sebuah kesuksesan untuk menjadikannya pengalaman atau kegagalan yang menjadikannya lebih bijaksana".. Bukankah begitu bahagianya kata optimis...

Kedua, adakah sesuatu yang lebih Berkuasa dari Allah?!?! TIDAK bukan... Jelaslah sudah bahwa hanya Allah tempat meminta, yaitu berdo'a, mengaharap kekuasaannya melimpahi apa yang dikerjakan oleh diri yang hanya seorang manusia biasa, yang masih banyak harus belajar untuk menjadikan hari2nya lebih berharga dengan Ridha-Nya sebagai pengharapan satu2nya... Dan ingatlah "Cukuplah Allah sebagai Penolong dan Pelindungmu"...

Yang ketiga prasangka yang baik atas semua yang sudah tertulis dengan rapi oleh Sang Segala Maha, karena keyakinan menerima dan menjalaninya adalah keharusan yang mutlaq, sehingga adanya kepercayaan bahwa semua adalah yang terbaik dan manusia mengikuti jejak itu sehingga menemukan ketenangan... Begitu juga dengan menunggu, keyakinanku atas jalannya untuk mengikuti saja seperti air yang mengalir, kalaupun ada arus yang harus aq ikuti itu karena kekagumanku dan karena pengharapanku sampai kepada ikatan untuk menggapai ridha-Nya dengan sebuah komitment hidup... Begitulah telah tercipta waktu Dan sosok terbaik di lembaran kehidupan pada halaman terbaik... InshaAllah...

Makanya apalagi yang harus ditunggu optimis, berharap pada Allah dan berprasangka baiklah, agar bahagia menghampiri dengan senyumnya^_^

Sebuah tulisan pembangkit jiwa menggapai harapan akan kesuksesan yang menanti, sehingga hidup bisa lebih bewarna, InshaAllah...

SEMANGATTTTTTTTT!!!!!!!

menunggu untuk melupakan

Aku mengerti kenapa ada kata-kata indah itu yang terucap dari lisanmu, menyadari diri kita masing-masing mempunyai perbedaan prinsip dalam berhubungan, walaupun kita punya mimpi yang sama, tapi jalan dan langkah kita berbeda.....

Aku mengerti kenapa ada kata-kata janji untuk menunggu itu yang terdengar oleh pendengaranku darimu, menyadari bahwa kita akan sama-sama menunggu sampai mimpi kita masing-masing terwujud, walaupun kita punya rasa nyaman, tapi tidak mungkin ada kata bersama sampai mimpi itu bisa kita genggam dan kita perlihatkan pada dunia bahwa kita mampu...

Aku mengerti untuk menggapai mimpi itu kita butuh tahun, bukan hanya hari dan bulan... Sadarkah kita bahwa itu sudah terlewat dengan hitungan tahun??? Walaupun mimpi kita belum terwujud... Tapi akankah kata menunggu masih sama-sama kita pegang?!?!?!

Pilihan kita untuk tidak menjalin kata komunikasi, karena takut rasa itu mengganggu mimpi yang sedang kita coba tuntaskan secepat mungkin... Aku mengerti kamu, aku tidak cemburu, aku percaya kamu, karena aku sudah berbicara pada diriku bahwa aku akan biarkan kamu berpetualang dengan kata menyayangi selama jalan mimpi itu sedang diraih, karena akhirnya adalah "kita"...

Aku ingin menjadi seseorang yang setia dengan bukti tahun yang telah terlewati dan aq yakin di lubuk hatimu ada kata setia, walaupun tidak pernah kamu tampakkan pada orang lain, cukup aku saja yang bisa melihatnya... Karena sampai sekarang aku tidak pernah percaya kata mereka ataupun bukti-bukti yang terlihat, seperti yang telah terucap cukup aku yang mengerti dan melihatnya...

Tapi aku juga mengerti bahwa kenyataan yang ada sekarang tidak membiarkan aq menunggu lagi dan aq harus patuh dengan itu... Ini karena mimpi kita harus masih menunggu lagi sampai waktunya diwujudkan dan saat itu akan terlambat bagi hidup kita masing-masing... Karena selama ini kita bermain dengan waktu dan sekarang waktu pula yang menjawab impian untuk mewujudkan kata "kita" akan sulit tercipta... Sekarang aq hanya harus melupakan janji itu, membuka hatiku kembali, dan melangkah kembali... Aq ingin menggapai ridha-Nya dalam hal menyayangi, itu saja... Semoga pilihan ini bisa dimengerti... Kamu akan selalu menjadi "kisah masa lalu terbaik" dalam hidupku, InshaAllah...

Ya Allah please always guides me, Amin...

Attachment and circle of life

Saat aku harus belajar untuk menerima, semuanya hanya sangat sulit, hanya inginkan untuk berlari untuk apa yang pernah terbesit... Semuanya bagaikan mengejarku dengan tanda tanya yang terus bergulir ataukkah emosi yang selalu mengganggu...

Hubungan hati, pertemanan, persahabatan, bahkan persaudaraan adalah perputaran-Nya, yang menyisihkan setiap langkah yang mengartikan setiap hari yang pernah terlewati, tapi tak akan mungkin selamanya akan bisa berjalan sesuai dengan yang diri senangi...

Seorang bayi akan lahir, selanjutnya menjadi anak-anak, remaja, dewasa, dan tua... Itu adalah perjalanan hidup setiap manusia... Bahkan ada yang tidak merasakan semua proses itu, karena Allah lebih tau di mana tempat yang terbaik baginya...

Pertemuan dan hubungan yang dulu pernah terjalin dan semua attachment atau ikatan yang pernah menyatukan, itu hanya siklus kehidupan dan tidak bisa berharap untuk selamanya akan menjadi sama... Karena kesadaran seorang manusia untuk menciptakan jalan hidupnya sendiri... Bahkan ikatan orang tua dan anak juga bukanlah ikatan yang kekal, karena seorang anak akan pergi meninggalkan rumah orang tuanya untuk menjadikan hidupnya punya arti... Hanya satu yang selalu akan sama yaitu ikatan manusia dengan Allah, Tuhannya... Itu yang aq mengerti...

Aku yang sedang membangun sebuah istana impian di dalam hatiku hanya inginkan menjadikan diri sebagai orang yang focus atas apa yang ingin dicapainya sehingga aku bisa menyelesaikan bangunan istana itu dan aku berikan mahkotanya kepada kedua orang tuaku, karena mereka adalah motivator utamaku...

Aku bukan ingin menjauh hanya ingin belajar untuk mengerti tentang siklus hidup itu sehingga aku bisa bangkit dari keterpurukan yang aku rasa karena jujur aku merasa kehilangan, karena merasa semua yang menjauhiku bukan fikir yang menyuruhnya... Selanjutnya hanya bantuan yang bisa aku tawarkan, jika aku punya kemampuan untuk melakukannya... Hanya itu saja tidak lebih...

Diri ini hanya manusia biasa yang masih jauh dari kata sempurna, yang hanya sedang belajar dan terus belajar untuk menjadikan kelemahanku sebagai kesempurnaanku... Mungkin sekarang aku akan membangun kehidupanku sendiri untuk focus atas apa yang telah aku isyaratkan sebagai rencana utama yang ingin aku raih...

Mereka bilang, impian itu dimulai dari proses yang tidak menyenangkan menjadikan akhirnya sesuatu yang sangat indah dan menyenangkan bagi diri untuk dimiliki... Seperti buah yang segar dan enak, ditumbuhi dengan pupuk yang kebanyakan berasal dari kotoran... Coba dimengerti untuk menjadikan semangat untuk tumbuh kembali, InshaAllah...

Ini bukanlah akhir dari semuanya, ini hanya permulaan dari pembelajaran yang sedang dilakukan... jadikan setiap prosesnya untuk menjadikan diri lebih baik, In shaa Allah...

Ya Allah please always guides me, Amin..

Jodoh tidak akan tertukar

Aku teringat kisah seorang teman...

Ia adalah seorang muslimah yg senantiasa terjaga. Hari-harinya senantiasa diisi dengan kegiatan bermakna.. Apalagi kalau bukan mengisi kajian, membaca buku, menulis tausyah dan sebagainya.

Suatu hari, ia memiliki permasalahan dakwah yg begitu besar. Bahkan ia bingung, kepada siapa ia harus meminta bantuan... Tak ayal, dia hanya bisa memohon dalam sujud panjangnya agar segera diberi jalan keluar terbaik.

Tak berapa lama... Ia dikenalkan dengan seorang ikhwan, tepatnya terpaut 6 tahun yg pada saat itu, ikhwan tersebut memberikan bantuan berupa masukan-masukan serta solusi mengenai problema dakwah yg sedang dialami temanku itu.

Saat itu temanku benar-benar berterima kasih serta mengucap rasa syukur sedalam-dalamnya... Karena perlahan problema dakwah yg sedang dihadapi menemui titik terangnya.

Namun, setelah titik terang ditemui.. ternyata menambah sebuah problema baru. Bagaimana tidak, kedekatannya dengan sang ikhwan tersebut.. ternyata memunculkan benih-benih cinta dalam hatinya.

Sungguh, sebenarnya temanku itu tak mau memiliki rasa seperti itu, ia pun ingin membuang jauh-jauh bayangan tentang ikhwan tersebut yg sebenarnya sudah dianggap oleh temanku itu sebagai seorang kakak. Ya! hanya sebatas kakak.

Tapi, apa mau dikata... rasa kagum karena kefahaman ikhwan tersebut akan ilmu agama serta keshalihannya ternyata mampu mengalihkan keimanan temanku itu. Ia selalu uring-uringan dan pada akhirnya hidupnya jadi tak bersemangat lagi.. Kalau dulu, ia bersujud panjang karena rasa khouf-nya yg ada.. kini dalam sujud panjangnya selalu terhadirkan genangan air mata, ingin disatukannya ia dengan ikhwan tersebut.

Sampai suatu hari, ia menceritakan semuanya padaku... dan aku pun mencoba menenangkannya. Ia terus menangis dan menangis sejadi-jadinya. Ia sudah tak tahan lagi terhadap kegalauan perasaannya. Ia takut rasa itu akan semakin mencengkeramnya dengan kuat dan akhirnya terbius oleh hawa nafsu syaitan.

Aku pun mencoba memberikan saran, untuk coba berterus terang terhadap ikhwan tersebut akan perasaan temanku ini yg sebenar-benarnya. Malah kalau perlu langsung menawarkan diri untuk minta dinikahinya. Bukankah Siti Khadijah juga menawarkan diri kepada Rasululloh, hanya saja melalui seorang perwakilan? Apakah menawarkan diri ini disampaikan melalui perwakilan atau secara langsung oleh diri sendiri terserah, asalkan caranya baik & sesuai dengan syariat Islam. Bila ingin maju tanpa perwakilan tentu harus siap dengan satu syarat: harus siap mental!.



Temanku akhirnya paham dan memberanikan diri untuk menawarkan diri terhadap ikhwan tersebut, tentu minta untuk dinikahi.. bukan untuk dipacari. Dan ia sudah siap dengan berbagai kemungkinan yg akan terjadi. Tapi bismillah saja lah, pikirnya. Toh aku bukan meminta pada ikhwan tersebut tapi sebenar-benarnya aku meminta pada Sang Pemilik ikhwan tersebut (red. Alloh), kata temanku.

Dan setelah beberapa lama, aku kehilangan kabar temanku ini. Entah apa yg telah terjadi, namun rasa keingintahuanku begitu membuncah.. Sampai pada akhirnya, aku mendapat kabar darinya.. bahwa ikhwan tersebut telah menikah, dengan akhwat yg lain.

Aku ikut bersedih, tentu ada rasa kekecewaan yg hadir terhadap diri temanku tersebut. Tapi, ketika aku menemuinya, ia begitu tegar.. dan mengatakan "Aku sudah menawarkan diri pada ikhwan tersebut, tapi ikhwan tersebut justru menyerahkan undangan pernikahannya padaku. Aku mungkin telat menawarkan diriku padanya, tapi sungguh aku yakin bahwa jodohku tak akan pernah tertukar oleh siapapun".

Degg... tiba-tiba aku terlemas. Kata-katanya begitu menghujam dalam kalbuku. Ia sungguh wanita sholehah.. Aku yakin, ia akan mendapatkan jodohnya yg terbaik kelak.

Setelah pertemuan itu. Aku tak bertemu lagi dengan temanku tersebut... Kita benar-benar loss contact sama sekali.

***

Kita kembali dipertemukan.. tepatnya ketika aku berkunjung ke toko buku. Ia masih tampak seperti yg dulu, setelah pertemuan terakhirku dengannya setahun yg lalu. Ia pun menghampiriku dan menyapaku, lalu mengajakku untuk mampir ke sebuah rumah makan yg tak jauh dari toko buku itu. Disanalah kita berbincang kembali... kemudian ia menceritakan padaku, bahwa ia sempat ta'aruf namun gagal hingga kedua kalinya. Dengan hanya karena sebuah alasan, bahwa temanku itu adalah seorang "Aktivis".

Aku tak habis pikir mendengar ceritanya, wanita seperti dia, bisa ditolak ikhwan hanya karena alasan itu??!! Huhh..!! aku emosi sekali. Jarang-jarang kan ada wanita yg seperti ini, sudah cantik, sholehah, pemahaman ilmu agamanya banyak dan aktifis dakwah pula. Apalagi sih yg dicari dari para ikhwan tersebut?!

Ahh, itu pasti karena ikhwan tersebut takut menyeimbangi kafaah yg dimiliki temanku ini. Belum maju ke medan perang, ehh.. udah mundur selangkah demi selangkah. Capekkk dah!!

Tapi sekali lagi, tak ada rasa kekecewaan yg muncul dari temanku ini.. meski aku yakin, namanya juga manusia, tentu temanku merasakan sakit yg terdalam di hatinya mengenai kegagalannya berkali-kali dalam menuju gerbang pernikahan.

***

Itu dulu.. ketika 1,5 tahun yg lalu kita bercerita... Tapi lihatlah kini, surat undangan pernikahan berwarna merah telah berada di genggaman tenganku. Akhir dari sebuah perjalanan seorang temanku.

Dan sungguh benar janji Alloh, "Perempuan-perempuan yg keji adalah untuk yg keji pula dan laki-laki yang keji untuk wanita-wanita yg keji, sedangkan wanita-wanita yg baik untuk laki-laki yg baik dan laki-laki yg baik juga diperuntukkan bagi perempuan-perempuan yg baik…” (QS. An-Nur: 26).


Ternyata apapun yg telah Alloh tetapkan bagi manusia merupakan hak-Nya, pasti ada hikmah besar di dalamnya, tergantung bagaimana kita menyikapi.

Dan sebuah pembelajaran bagiku,  tentu aku harus yakin seperti temanku ini, keyakinan bahwa "Jodoh tidak akan pernah tertukar". Insya Alloh.

(Renungan N Kisah Inspiratif)

Terlalu padat

Mungkin tiada hari yang harus diakui dengan terbitan bulan yang selalu membutuhkan sinar mentari untuk menyinarinya. Selalu saja keputusan yang selalu menjauhkan semuanya dengan apa saja yang telah menyatukan apa yang telah ada. Aku tidak perlu berbicara pada buih - buih laut yang ada untuk menghilang. Aku lebih memilih kayu yang berdiri dengan balutan kulit yang lekang oleh waktu, tapi tetap berdiri dengan indahnya, karena aku takut untuk tersakiti lagi...

Saat aku harus menyayangi, aku akan belajar untuk selalu membuatnya bahagia, tapi pohon-pohon yang menjatuhkan daun-daun yang berserakan di tanah berusaha menahan terpaan angin dalam kehidupan dunia yang harusnya dimengerti. Aku tidak ingin mengharapkan apapun atas semua yang telah berjalan atau apapun yang telah aku lakukan untuknya, walaupun hanya untuk mengdengarkanku, aku mengerti setiap detik hidup menuangkan air masalahnya dalam telaga umur, jadi aku akan terus belajar untuk mengerti dan berusaha semampuku untuk menyelesaikannya sendiri.

Setiap keadaan yang tercipta menyampaikan diri ini pada titik keheningan yang terkadang menghanyutkan semua yang telah tercipta, aku akan menyanjungkan setiap kecerian yang bisa terungkap dan menutup semua air mata yang harusnya dijatuhkan, bukan mengartikannya sebagai kelemahan yang bertaut pada kesendirian. Aku harus berlari saat ini dengan apa yang ada. Aku takut aku akan menyakiti apa yang telah tersirat di hati, aku hanya ingin menghindar dan tidak ingin menyakiti siapapun termasuk diri ini, aq lemah, tolong dimengerti...

Mungkin jarak yang harus dibuat sehingga aku bisa tenang dan tidak melihat atau memikirkannya apapun masalahnya. Aku hanya ingin ketenangan dalam kesendirianku, biarkan aku bertanya lagi pada diriku dan berusaha berdiri kembali, sehingga semuanya menjadi jelas. Aku akan menghilang untuk mengejar mimpiku, Inshallah suatu saat yang telah Allah aturkan untukku, sehingga aku bisa menghilangkan semua titik-titik ketiadaan yang menggabungkan setiap pecahan-pecahan kaca hidupku. Untuk lebih bercermin, sehingga aku bisa untuk bertahan dan tidak terjatuh dan terpuruk.

Menulis, itu yang menjadi pelarianku, sehingga setiap tinta yang menetes seiring dengan kekeluan yang tersimpan dan terhanyutkan oleh kata, sehingga aku melapangkan semua taman-taman hatiku dengan keindahan jemari dunia yang tersejukkan dengan musim yang berputar. Aku bukan takut, aku hanya tidak ingin membuat semua impian menjadi hanya angan-angan belaka. Jadi lebih baik aku diam sekarang, sehingga semuanya bisa diputuskan. Aku akan melihat dan bisa mengambil sikapku. Aku hanya seorang wanita yang sedang belajar di dunia yang menderetkan hari-harinya untuk dijadikan berguna, Inshallah...

Ya Allah berilah petunjuk dan rahmat-Mu selalu atas hamba, Amin...

Untaian do'a dan renungan menanti kekuasaan Allah

Aku berdo'a untuk seseorang yang akan menjadi bagian dari hidupku
Seseorang yang sungguh mencintai-Mu lebih dari segala sesuatu
Seseorang yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau
Seseorang yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untuk-Mu...

Wajah indah dan daya tarik fisik tidaklah penting
Yang penting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan Engkau dan berusaha menjadikan sifat-sifat-Mu ada pada dirinya
Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup sehingga hidupnya tidaklah sia-sia...

Seseorang yang memiliki hati bijak tidak hanya otak yang cerdas
Seseorang yang tidak hanya mencintaiku, tapi juga menghormatiku
Seorang pria yang tidak hanya memujaku, tapi juga dapat menasihatiku ketika aku berbuat salah...

Seseorang yang mencintaiku bukan karena wajahku, tapi karena hatiku
Seseorang yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi
Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika aku disisinya..

Ya Allah,
Aku tidak meminta seseorang yang sempurna, namun aku meminta seseorang yang tidak sempurna
Sehingga aku dapat membuatnya sempurna dimata-Mu
Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya
Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya
Seorang pria yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya
Seorang yang membutuhkan aku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna

Ya Allah,
Dan aq juga meminta:
Buatlah aku menjadi seorang perempuan yang dapat membuat pria itu bangga.
Berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintaiMU, sehingga aku dapat mencintainya dengan cintaMU, bukan mencintainya dengan sekedar cintaku.
Berikanlah SifatMU yang lembut sehingga kecantikanku datang dariMU bukan dari luar diriku.
Berilah aku tanganMU sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya.
Berikanlah aku penglihatanMU sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dalam dirinya dan bukan hal buruk saja.
Berikan aku mulutMU yang penuh dengan kata- kata kebijaksanaanMU dan pemberi semangat, sehingga aku dapat mendukungnya setiap hari, dan aku dapat tersenyum padanya setiap pagi.
Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakaan "Betapa besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku seseorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna".
Aku mengetahui bahwa Engkau menginginkan kami bertemu pada waktu yang tepat dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang Kautentukan

Amin ya Rabbal 'Alamin....

Aku tidak mempunyai keberanian yang besar untuk menuntut terlalu tinggi seandainya diri sendiri jelas tidak berupaya...

Karena aku bukanlah khadijah yang begitu sempurna di dalam menjaga, sehingga berhak mendapatkan seseorang semulia Rasulullah...
Pun bukanlah hajar yang begitu setia dalam sengasara, sehingga berhak mendapatkan seseorang seteguh Ibrahim...
Cuma wanita akhir zaman yang berusaha menjadi shalehah dan mendapatkan seseorang untuk meniti jalan ridha dan rahmat-Nya, Amin...

Yang aku ketahui, pernikahan mengajarkan manusia perlunya iman dan takwa, untuk belajar meniti sabar dan ridha Allah SWT. Sehingga saat seseorang  menyukai suatu sikap dan tingkah laku pasangannya, dia akan lebih menyayanginya dan memuji Allah, sebaliknya jika dia tidak menyukai suatu sikap dan tingkah laku pasangannya, dia akan lebih menghormatinya dan bersabar dan yakin pada ketepan Allah... In shaa Allah^_^

Antara Sabar dan Mengeluh

Pada zaman dahulu ada seorang yang bernama Abul Hassan yang pergi haji ke Baitul Haram. Di waktu tawaf tiba-tiba ia melihat seorang wanita yang bersinar dan berseri wajahnya.

"Demi Allah, belum pernah aku melihat wajah secantik dan secerah wanita itu, tidak lain karena itu pasti karena tidak pernah risau dan bersedih hati." Tiba-tiba wanita itu mendengar ucaan Abul Hassan lalu bertanya, " Apakah katamu hai saudaraku? Demi Allah aku tetap terbelenggu oleh perasaaan dukacita dan luka hati karena risau dan seorang pun yang menyekutui aku dalam hal ini."

Abu Hassan bertanya, "Bagaimana hal yang merisaukanmu?" Wanita itu menjawab, "Aku mempunyai dua orang anak yang sudah bisa bermain dan satu masih menyusui. Pada suatu hari ketika suamiku sedang menyembelih kambing qurban dan ketika aq bangun untuk membuat makanan, tiba-tiba anakku yang agak besar berkata pada adiknya, "Hai adikku, sukakahaku tunjukkan padamu bagaimana ayah menyembelih kambing? jawab adiknya, "Baiklah kalau begitu!" Lalu disuruh adiknya berbaring dan disembelihnya leher adiknya itu, kemudian dia merasa ketakutan setelah melihat darah yang memancur keluar dan lari ke bukit yang mana di sana dia dimakan serigala, lalu ayahnya pergi mencari anaknya itu sehingga mati kehausan dan ketika aku letakkan bayiku untuk keluar mencari suamiku, tiba-tiba bayiku merangkak menuju periuk yang berisi air panas, ditariknya  periuk tersebut dan tumpahlah air panas terkena ke badannya dan habis melecur kulit badannya. Berita uni terdengar oleh anakku yang telah menikah dan tinggal di daerah lain, maka ia terjatuh dan pingsan hingga sampai menuju ajalnya. Dan kini aku tinggal sebatang kara diatara mereka semua."

Lalu Abul Hassan bertanya lagi, "agaimanakah kesabaranmu menghadapi semua musibah yang sangat hebat itu?" Wanita itu menjawab, "Tiada seroang pun yang mendapatkan perbedaan anatara sabar dan mengeluh melainkan di antara keduanya ada jalan yang berbeda. Adapun sabar dengan memperbaiki yang lahir, maka hal itu baik dan terpuji akibatnya dan adapun mengeluh, maka orangnya tidak mendapatkan ganti yakni hanya sia-sia belaka.

Maksud di sini adalah dengan kesabaran, semua hal yang tertinggal akan dicoba untuk diperbaiki, sehingga mndapatkan solusi untuk menjadikannya lebih baik, bukan hanya mengeluh, dengan akhir yaitu mendapatkan kekesalan belaka dan ingkar atas nikmat Allah... Na'udzubillah mindzalik...

Demikianlah cerita di atas, satu cerita yang dapat dijadikan tauladan di mana kesabaran sangat digalakkan oleh islam dan haruus dimiliki oleh setiap orangg yang mengaku beriman kepada Allah dalam setiap musibah dan cobaan dari Allah... Karena Rasulullah S.A.W bersabda dalam firman Allah dalam sebuah hadith Qudsi: " Tidak ada balasan bagi hamba-Ku yang Mukmin, jika aku ambil kekasihnya dari ahli dunia kemudian ia bersabar, melainkan syurga baginya."

Begitu juga mengeluh, perbuatan ini sangat dikutuk oleh Islam dan hukumnya haram. Karena Rasulullah S.A.W bersabda: "Ada tiga hal yang menjadi tanda kekafiran kepada Allah, menangis karena bersedih sampai merobek baju, MENGELUH dan menghina nasab orang lain." Dan sabdanya pula, " Mengeluh itu termasuk kebiasaan Jahiliyyah, dan orang yang mengeluh, jika ia mati sebelum bertaubat, maka Allah akan memotoingnya dengan pakaian dari uap api neraka." (Riwayat oleh Imam Majah)

Semoga kita dijadikan sebagai hamba Allah yang sabar dalam menghadapi segala musibah dan cobaan, Amin...

Tersusun

Semua telah tersusun dengan rapi di setiap sudut hati yang tidak bisa dikatakan terlalu mudah untuk dijadikan layar penangkap untuk mengetahui apa yang telah terbesit dan terlewati dengan waktu yang telah mengenangnya...

Deretan tangga juga telah ada, hingga aku yang hanya harus bisa untuk bisa mengerti akan langkah yang akan ditempuh suatu hari yang telah ditetapkan...

Mungkin tidak akan pernah mengerti, hanya bisa mengeluh akan apa yang dirasa... Lupakan pada rasa sakit lain yang pasti ada pada setiap makhluk-Nya...

Kata tanya tidak mengungkapkan setiap bait yang tertulis dengan tinta yang terukir dengan butiran air yang mengalir ataupun dari setiap denyut tawa yang menghampirinya dengan setetes kekeluan yang masih terasa...

Tolong mengerti... sehingga aku bisa bertahan untuk tetap berada disekeliling api yang masih terasa panas, walaupun tidak pernah ada kata yang keluar lagi dari lisan ini, tapi aku masih tetap bisa dihangatkan dengan amarah yang tercipta...

Aku tidak bisa memilih untuk rasa sayangku, karena aq tidak mempunyai kekuatan dan itu bukan hak yang tercipta untuk aku... Mungkin waktunya belum cukup, sehingga aku masih harus berada di dalam genangan air itu, walaupun terkadang terasa terlalu dalam dan sulit untukku menghembus lembaran kertasnya...

Allah mengaturku untuk berdiri di sini, karena itu yang terbaik... Bantu aq, sehingga aku bisa melewatinya... Bukan mengukirkan kata tanya yang terlalu banyak, sehingga penuh dan tumpah melalui permukaannya...

Keyakinanku yang membangunnya, sehingga nantinya aku siap... ataukah aku sedang bersiap-siap untuk tahu... terima kasih, jika memang itu yang tersirat dari setiap perilaku yang terlihat... tapi maaf, itu terkadang sangat menyakitkan dengan tidak berkata...

susunan petak, persegi, ataupun bulat, bukanlah bentuk yang sebenarnya tergambar, buka lembarannya dan belajarlah untuk mengerti ada banyak bentuk didalamnya, sehingga bisa menghargai setiap anggukan masa...

Keikhlasan dan kesabaran itu yang sedang mencoba untuk diproses dalam jiwa, semoga bisa menjadi insan yang lebih baik, Inshallah...

Ya Allah please guides me, Amin...

Kepuasan dan Kesederhanaan

Rasa puas itu relatif bagi setiap orang, ada yang sudah terpuaskan dalam satu sisi masih mencari kepuasan di sini lain. Karena tidak ada satu parameter yang dapat digunakan untuk mengukur kadar kepuasan dalam setiap diri manusia.
Ketidakpuasan sesungguhnya akan memacu motivasi seseorang untuk berjuang, dan meningkatkan kadar hidup dan prestasi dirinya. Tetapi bukan berarti ketidakpuasan itu sendiri membelenggu hidup seseorang. Selama seseorang tidak merasa puas dengan keadaannya maka ia akan berusaha untuk memenuhi hasrat keinginannya. Sesungguhnya keinginan itu tidak ada habis-habisnya untuk diikuti dan sangat sulit mengukur tingkat kepuasannya.

“Merasa puas, mudah di sokong, sederhana hidupnya” kesannya adalah mengajarkan seseorang untuk tidak mengejar materi. tetapi kalau ditelaah lebih dalam lagi sesungguhnya bukan demikian.


Ketika seseorang telah dapat menerima apa yang telah dikerjakannya, apa yang telah diusahakannya, dan apa yang telah di raihnya sesungguhnya inilah kepuasan bagi dirinya, tidak perlu merepotkan orang lain, tidak membuat susah orang lain, dan hidupnya pasti akan jauh dari permasalahan, pikirannya tidak terlalu rumit, makannya pun lahap, tidurnya pun nyenyak. inilah kehidupan yang sederhana.
jadi kesederhanaan bukan hanya dilihat dari sekedar materi.

Dengan memiliki materi dan kehidupan yang kecukupan maupun lebih, kita harus dapat mensyukurinya, merasa puas dengan hasil keringat kita sendiri, dengan tidak melekatinya serta dapat berbagi dengan orang lain. Inilah yang disebut dengan kesederhanaan. Memiliki bukan untuk sendiri tetapi memiliki untuk berbagi dengan sesama.

Dengan demikian seseorang sudah sewajarnya mengejar prestasi, harus berkerja keras tanpa harus terbelenggu di dalamnya. Hidup ibarat air yang mengalir, yang dapat mengaliri sawah dan ladang disekitarnya, dari dataran tinggi yang akhirnya mengalir ke samudera luas, menguap menjadi awan dan akan turun sebagai hujan, untuk kembali lagi memberi kehidupan pada semuanya.

Memang sulit mengukur tingkat kepuasan seseorang, tetapi biar bagaimanapun kita membutuhkan rasa penasaran dan rasa keingintahuan serta ketidakpuasan yang positif untuk mendorong kita agar dapat bekerja lebih maksimal lagi. Seperti rakit yang masih kita butuhkan untuk menyeberangi sungai atau lautan. ketika telah sampai pada tujuan, sudah pasti kita tidak membutuhkannya lagi. Tidak perlu membawa rakit itu sepanjang perjalanan anda di daratan (kecuali ada banjir hahhahaha) karena hanya akan membawa penderitaan dan beban yang berkepanjangan. Bila kita melekat pada ‘rakit’ maka kita pasti tidak akan menemukan kebahagiaan yang sejati.

Artinya bila kita telah sampai pada level tertentu merasa puaslah dan berbagilah pada sesama kurangi kemelekatan, terimalah apa yang menjadi milikmu dengan hati yang lapang dan sadarilah itu semua hanya sementara, dengan demikian kita akan bahagia dalam menjalani hidup ini. Sederhana dalam pola pikir, sederhana dalam bertindak, sederhana dalam bertutur kata, sederhana dalam kehidupan adalah orang yang bersahaja.

Untukmu Para Muslimah

Khusus untuk renungan dan pengingatan semua akhwat, wanita, perempuan semuanya, Semoga Allah meletakkan secercah hidayahNya ke dalam hati kita….

Hawa… Sadarkah engkau sebelum datangnya sinar islam, kita dizalimi, hak kita dirampas, kita ditanam hidup-hidup, tiada penghormatan walau sedikit oleh kaum adam, sama sekali tidak bernilai.. kita hanya sebagai alat untuk memuaskan hawa nafsu mereka. Tapi kini sejak rahmat Islam menyelubungi alam, saat sinar Islam berkembang, derajat kita diangkat, kehormatan kita terpelihara, kita dihargai dan di pandang mulia, dan mendapat tempat di sisi Allah sehingga tiada sebaik-baik hiasan didunia ini melainkan wanita solehah.. Subhanallah^_^

Wahai Hawa… Kenapa engkau tak menghargai nikmat iman dan islam itu? Kenapa mesti engkau kaku dalam mentaati ajaranNya, kenapa masih segan mengamalkan isi kandungannya dan kenapa masih was-was dalam mematuhi perintahNya?

 Wahai Hawa.. Tangan yang menggoncang buaian bisa mengoncang dunia, sadarlah hawa kau bisa mengoncang dunia dengan melahirkan manusia yang hebat yakni yang soleh solehah, kau bisa mengalahkan dunia dengan menjadi isteri yang taat serta memberi dorongan dan sokongan pada suami yang sejati dalam menegakkan islam di mata dunia.
Tapi hawa… jangan sesekali kau coba menggoncang keimanan lelaki dengan lembut tuturmu,dengan ayu wajahmu, dengan lengguk tubuhmu. Jangan kau menghentak-hentak kakimu untuk menyatakan kehadiranmu. Jangan Hawa, jangan sesekali coba menarik perhatian kaum adam yang bukan suamimu. Jangan sesekali mengoda lelaki yang bukan suamimu, karena aku kuatir ia mengundang kemurkaan dan kebencian Allah. Dan akan memberi kegembiraan pada syaitan karena wanita adalah jala syaitan, alat yang di eksploitasikan oleh syaitan dalam menyesatkan Adam.

Hawa,.. Andai engkau masih remaja, jadilah anak yang solehah buat kedua ibu-bapakmu, andai engkau sudah bersuami jadilah isteri yang meringankan beban suamimu, andai engkau seorang ibu didiklah anakmu sehingga ia tak gentar memperjuangkan ad-din Allah.

Hawa,.. Andai engkau belum menikah, jangan kau risau akan jodohmu, ingatlah hawa janji Tuhan kita, wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Jangan mengadaikan kehormatanmu hanya semata-mata kerana seorang lelaki, jangan memakai pakaian yang menampakkan lekuk tubuhmu hanya untuk menarik perhatian dan memikat kaum lelaki, kerana kau bukan memancing hatinya tapi merangsang nafsunya. Jangan memulai pertemuan yang tidak bermanfaat dengan lelaki yang bukan muhrim karena aku kawatir dari mata turun ke hati, dari senyuman membawa ke salam, dari salam cenderung kepada pertemuan dan dari pertemuan.. takut lahirnya nafsu kejahatan yang menguasai diri.

Hawa, lelaki yang baik tidak melihat paras rupa, lelaki yang soleh tidak memilih wanita melalui keseksiannya, lelaki yang baik tidak menilai wanita melalui keayuaannya, kemanjaannya, serta kemampuannya mengoncang iman mereka. Tetapi hawa, lelaki yang baik akan menilai wanita melalui akhlaknya, peribadinya, dan ad-dinnya. Lelaki yang baik tidak menginginkan sebuah pertemuan dengan wanita yang bukan muhrimnya karena dia takut memberi kesempatan pada syaitan untuk menggodanya. Oleh karena itu Hawa, jagalah pandanganmu, jagalah pakaianmu, jagalah akhlakmu, kuatkan pendirianmu. Andai kata ditakdirkan tiada cinta dari Adam untukmu, cukuplah hanya cinta Allah menyinari dan memenuhi jiwamu, biarlah hanya cinta kedua ibubapakmu yang memberi hangatan kebahagiaan buat dirimu, cukuplah sekadar cinta kakak adik serta keluarga yang akan membahagiakan dirimu.

 Hawa, Cintailah Allah dikala susah dan senang karena kau akan memperoleh cinta dari insan yang juga mencintai Allah. Cintailah kedua ibu-bapakmu karena kau akan mendapatkan keridhaan Allah. Cintailah keluargamu kerana tiada cinta selain cinta keluarga.

Hawa, peringatanku yang terakhir, biarlah tangan yang mengoncang buaian ini bisa mengoncang dunia dalam mencapai keridhaan Illahi. Jangan sesekali tangan ini juga yang mengoncang keimanan kaum Adam, karena aku sukar menerimanya dan aku benci mendengarnya.

(sebuah pesan.. kepada kaum hawa di dunia. Yang merasa muslimah, yang merasa berharga. Saya kutip dari ‘halaqoh-online’) ---- ( Renungan N Kisah Inspiratif)

Tipe-Tipe Wanita dalam Al Qur'an

Ada sebuah ilustrasi menarik. Kalau kita masuk ke toko yang menjual pakaian wanita, pastilah kita akan mendapatkan begitu banyak pakaian dengan berbagai macam corak dan jenisnya.

Pilihan, tentu sepenuhnya ada di tangan kita, tidak di tangan orang lain, karena kita yang akan mengenakan pakaian tersebut.

Begitu pun seorang wanita ketika berada di tengah-tengah masyarakat, ia bisa memilih tipe-tipe kepribadian yang disukainya.
Tentang hal ini Alquran menjelaskan empat tipe wanita.

♥●♥_◕_♥●♥

Pertama, tipe wanita dengan kepribadian kuat.
Tipe ini diwakili oleh Siti Asiyah, istri Fir'aun.
Walaupun berada dalam "cengkeraman" Fir'aun, ia tetap teguh menjaga akidah dan harga dirinya sebagai seorang Muslimah.

Allah SWT mengabadikan doanya dalam Alquran, ''Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam syurga dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya dan selamatkan aku dari kaum yang zalim (QS. At-Tahrim: 11).

♥●♥_◕_♥●♥

Kedua, tipe wanita yang berusaha menjaga kesucian dirinya.
Tipe kedua ini diwakili oleh Siti Maryam.
Dalam Surat Maryam ayat 20 disebutkan bahwa Maryam adalah seorang wanita suci yang tidak pernah disentuh seorang lelaki pun.

Karena keutamaan inilah, Allah SWT berkenan mengabadikan namanya menjadi nama salah satu surat dalam Alquran dan menjadikannya ibu dari seorang nabi yang agung.

♥●♥_◕_♥●♥

Ketiga, tipe wanita penghasut, penebar fitnah, penggemar gosip, dan sangat buruk hatinya.
Ia adalah Hindun, istrinya Abu Lahab.
Alquran menjuluki wanita ini sebagai "pembawa kayu bakar" atau wanita penyebar fitnah dan permusuhan.
Allah SWT berfirman, ''Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa dan demikian pula istrinya, pembawa kayu bakar yang di lehernya ada tali dari sabut.'' (QS. Al-Lahab: 1-5).

Dalam sejarah diceritakan bagaimana "kehebatan" Hindun dalam menyebarkan gosip dan fitnah tentang Rasulullah SAW. Hindun pun dikenal sebagai partner terbaik Abu Lahab untuk menghambat dakwah Islam.

♥●♥_◕_♥●♥

Keempat, tipe wanita penggoda.
Tipe ini diperankan oleh Siti Zulaikha.
Petualangan Zulaikha dalam menggoda Yusuf, dijelaskan dalam Alquran Surat Yusuf ayat 23, ''Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya, menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu seraya berkata, "Marilah ke sini,"
Walaupun para tokoh yang dikisahkan dalam Alquran tersebut hidup ribuan tahun yang lalu, tapi karakteristik dan sifatnya tetap abadi hingga sekarang.

♥●♥_◕_♥●♥

Ada tipe wanita pejuang yang kokoh keimanannya.
Ada tipe wanita yang tegar dalam menjaga kesucian dirinya.
Ada tipe wanita penghasut, dan ada pula tipe wanita penggoda.
Tinggal keputusan kita mau memilih yang mana.
Memilih yang pertama dan kedua, maka kemuliaan yang akan kita dapatkan.
Sedangkan kalau memilih tipe ketiga dan keempat, enak memang karena nafsu terpenuhi, tapi lambat laun kehinaan dunia dan akhirat akan kita dapatkan.

Wallahu a'lam bisshawab.

(Renungan N Kisah Inspiratif)

Susahnya mengerti wanita, heheheh

Jika dikatakan cantik dikira menggoda ,jika dibilang jelek di sangka menghina..
Bila dibilang lemah dia protes,bila dibilang perkasa dia nangis .

Maunya emansipasi, tapi disuruh benerin genteng, nolak sambil ngomel masa disamakan dengan cowok; Maunya emansipasi, tapi disuruh berdiri di bis malah cemberut sambil ngomel, Egois amat sih cowok ini tidak punya perasaan.

Jika di tanyakan siapa yang paling di banggakan, kebanyakan bilang Ibunya ,tapi kenapa ya ..... lebih bangga jadi wanita karir,padahal ibunya adalah ibu rumah tangga

Bila kesalahannya diingatkan, mukanya merah..bila di ajari mukanya merah,bila di sanjung mukanya merah, jika marah mukanya merah,kok sama semua ? bingung !!

Di tanya ya atau tidak, jawabnya diam; ditanya tidak atau ya, jawabnya diam; ditanya ya atau ya, jawabnya diam, ditanya tidak atau tidak, jawabnya diam, ketika didiamkan malah marah(repot kita disuruh jadi dukun yang bisa nebak jawabannya).

Di bilang ceriwis marah, dibilang berisik ngambek, dibilang banyak mulut tersinggung,

tapi kalau dibilang S u p e L wadow seneng banget...
padahal sama saja maksudnya.

Dibilang gemuk engga senang padahal maksud kita sehat gitu lho

dibilang kurus malah senang padahal maksud kita "kenapa elho jadi begini !!!"

Itulah WANITA makin kita bingung makin senang dia

ini email dari para lelaki yang susah menghadapi wanita. Padahal, nggak ngerasa seribet itu kok. Woman is a simple person. Ngambek dikit, cemberut dikit, nangis dikit, malu dikit..yahhh wajarlah.

(Renungan N Kisah Inspiratif)

Ketika Aku Takut Jatuh Cinta

"Segenggam perih yang mungkin masih tersimpan
Ataukah sebongkah batu keraguan masih menyelimuti
Mungkin juga ketakutan akan kata mencintai masih menyelinap masuk
tersadar dengan pernyataan ketika aku takut jatuh cinta"

Tentang semua kisah, kerinduan, dan keyakinanku...

Aku masih ingat kisah kebodahan atau kepintaranku waktu masih duduk di bangku SMA. Pengertian belum kudapat saat harus menunggu dan menunggu saat perjumpaan yang dijanjikan telah datang, tapi nyatanya dia adalah seseorang yang hanya menyanjungkan fisik, aku sadar diri bukanlah bidadari surga yang cantik dan menawan, tapi aku harus berterima kasih padanya, karena semenjak itu aku ingin membuktikan bahwa fisik bukanlah satu hal yang patut dibanggakan untuk sebuah kesuksesan, tapi usaha dan keyakinan pada ketetapan Allah yang menjalankan semuanya untuk meraih apapun yang menjadi target serta planning dalam hidup untuk mencapai kata "sukses".

Dan kejadian lain saat masih di SMA dulu yang sempat membuatku tertegun dan tertawa sendiri ketika memikirkannya sekarang, walau aku tahu itu juga sebuah kebohongan atau kata lainnya pelarian yang dia tujukan ke aku karena ketidakmampuannya membangun dengan orang yang dia sayangi, maaf tapi waktu itu aku masih terlalu kaku dengan yang namanya kasih sayang terhadap seseorang, sehingga hanya kekaguman atas perubahan yang insan itu lakukan yang membuat jiwa mencoba untuk merangkai kisah baru dengannya, tapi Alhamdulillah itu tidak terjadi karena telah kuketahui lebih dulu dengan semua kebenaran yang tersimpan rapat, namun kuncinya telah jatuh ke tanganku...

Kuakui waktu masih duduk di bangku SMA, aku masih merasa tidak membutuhkan sesuatu yang namanya cinta atau kasih sayang dari seseorang, berhubung sahabat-sahabat lawan jenisku banyak dan mereka semua Subhanallah membuat semua masalah ataupun semua yang terjadi menjadi lebih ringan dan menyenangkan, termasuk sahabat-sahabat terbaikku "Kami Berteman" yang selalu ada buat semua yang terjadi dalam hidupku... terima kasih buat kalian semua^_^

Tapi, perasaan lain datang saat telah menyelesaikan Diplomaku yang pertama tahun 2008. Bertepatan dengan keinginanku itu pula ada seseorang yang datang dalam hidupku dan memulai menuangkan kasih sayang itu dengan perlahan ke dalam diri ini, tapi ternyata prinsip berhubungan kami berbeda, dan aku tidak menginginkan sebuah hubungan yang dijalani akan dilandasi dengan "kebohongan dan kata-kata manis", karena bukan itu inti dari sebuah hubungan menurutku, malahan itu yang akan menghancurkan hubungan itu perlahan. Dan hasrat diri tidak ingin membangun hubungan yang akhirnya ingin dihancurkan. Kisah yang hanya sebentar ini memang terlalu membekas dihatiku, mungkin masih ada perasaan yang tidak tertuntaskan sampai hari ini dengannya, karena dia tidak pernah tau apa yang sebenarnya ada dalam hati ini untuk dia. Tapi maafkan diri ini yang hanya ingin memulai hidupku yang baru hari ini, detik ini aku hapuskan semua yang tersimpan untuknya dengan bait-bait kalimat yang aku tulis. Karena dengan kesadaranku aku bisa mengatakan bahwa "Dengan izin Allah, Aku tidak menginginkan dia untuk aku"... Inshallah^_^

Subhanallah, 5 tahun telah berjalan saja dengan indahnya mengalunkan lagu-lagu kehidupan yang telah terlewat dengan semua nyanyian denyut jantung yang mengikutinya. Selama itu pula kakiku telah mendayung sepeda roda satuku sendiri di negara yang sekarang telah menjadi rumah keduaku, dengan semua yang harus difikirkan dengan matang dan memilih apa yang harus dilakukan pada akhirnya.

Inilah aku, yang terkadang terlalu memegang prinsip yang telah kubuat dan kucoba untuk masukkan ke dalam hidupku dengan pertimbangan-pertimbangan yang kukaitkan dengan semua yang sedang dijalani. Aku yang masih saja mencoba sebaik mungkin untuk bisa beranjak dari kumpulan-kumpulan cerita yang terbesit di dalam hati. Tapi aku tahu aku bisa, In shaa Allah..^_^

Ketika aku takut jatuh cinta, mungkin lebih kepada hakikat cinta yang mengatakan "saat kamu berani mencintai berarti kamu telah berani untuk disakiti"... tapi aku akan beranjak menjadi seorang yang kuat sehingga aku siap untuk sakit, karena cinta yang membuat semuanya indah. Dan yang aku tahu cinta membuat kita lebih bahagia dengan kesedarhaannya, sehingga sakit yang dirasa akan menjadi terobati dengan keromantisannya yang terkadang tersentuh dengan lembutnya, sehingga terkadang kita tidak sadar telah tersentuh olehnya.

Mungkin juga ketika aku takut jatuh cinta dikarenakan kisah-kisah yang terlewati dan perih yang pernah terasa, tapi bukankah itu yang menjadi referensi dalam hidupku yang akan datang, untuk menjadi orang yang lebih baik dan bisa menjadikan aku lebih bijaksana dalam melangkahkan kaki dan memutuskan apa yang ingin aku lakukan dalam hidupku, mungkin lebih kepada keputusan untuk mencintai... In shaa Allah^_^

Ketika aku takut jatuh cinta, ini lebih kepada waktu yang dirasa bukanlah saat yang tepat untuk mencintai, karena aku tau kalau aku mencintai sekarang itu bukanlah "cinta hakiki" dan tidak akan ada rahmat dan ridha Allah di dalamnya, yang harus aku lakukan sekarang adalah aku harus berusaha menjaga dan memurnikan hati sehingga waktunya tiba nanti... In shaa Allah^_^

Aku yakin suatu hari nanti aku akan mengatakan dengan keberanianku dan kebahagianku bahwa "Aku Telah Jatuh Cinta" dengan seseoarang yang telah menjadi imamku di bawah sebuah ikatan suci pernikahan. Karena dengan itu "cinta hakiki" akan tumbuh dengan rahmat dan ridha Allah di dunia dan akhirat nanti, In shaa Allah...^_^

Inilah masaku untuk memperbaiki diri, karena hamba ini yakin pada ketetapan Allah itu selalu terbaik bagi hamba2-Nya dan Allah lebih tau kapan waktu terbaik buatku ^_^ seperti kutipan surat di bawah ini"
"Telah pasti datangnya ketetapan Allah, maka janganlah kamu meminta-minta agar disegerakan (datang)nya. Mahasuci Allah dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan." (QS. 16 : 1)...

Semoga bisa menjadi penenang hati dan penyejuk dalam setiap kegersangan yang terasa, Amin^_^

Cinta, apa adanya...

Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan, saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-2 saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan. Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-2 sensitif. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan. Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal. Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian.

"Mengapa?", dia bertanya dengan terkejut.

"Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan" Dia terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.

Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya?

Akhirnya dia bertanya,: "Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiranmu?".

Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan,: "Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam hati saya, saya akan merubah pikiran saya : “Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung dan kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati, Apakah kamu akan melakukannya untuk saya?"

Dia termenung dan akhirnya berkata, "Saya akan memberikan jawabannya besok."

Hati saya langsung gundah mendengar responnya. Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan oret-2an tangannya dibawah sebuah gelas yang bertuliskan. ...

"Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya... "

Kalimat pertama ini menghancurkan hati saya. Saya melanjutkan untuk membacanya.

"Kamu bisa mengetik di komputer namun selalu mengacaukan program di PC-nya dan akhirnya menangis di depan monitor, saya harus memberikan jari-2 saya supaya bisa membantumu dan memperbaiki programnya."

"Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah, dan saya harus memberikan kaki saya supaya bisa mendobrak pintu, dan membukakan pintu untukmu ketika pulang."

"Kamu suka jalan-2 ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat-tempat baru yang kamu kunjungi, saya harus menunggu di rumah agar bisa memberikan mata saya untuk mengarahkanmu. "

"Kamu selalu pegal-2 pada waktu ’teman baikmu’ datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal."

"Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi ’aneh’. Dan harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di rumah atau meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang aku alami."

"Kamu selalu menatap komputermu, membaca buku dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu, saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu."

"Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-2 bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu".

"Tetapi sayangku, saya tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. Karena, saya tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku." "Sayangku, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintaimu lebih dari saya mencintaimu. "

"Untuk itu sayang, jika semua yang telah diberikan tanganku, kakiku, mataku, tidak cukup bagimu. Aku tidak bisa menahan dirimu mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakanmu. "

Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk membacanya.

"Dan sekarang, sayangku, kamu telah selasai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkanku untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri disana menunggu jawabanmu."

"Jika kamu tidak puas, sayangku, biarkan aku masuk untuk membereskan barang-barangku, dan aku tidak akan mempersulit hidupmu. Percayalah, bahagiaku bila kau bahagia.".

Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaanku.

Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintaiku.

Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari hati kita karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu. 

(RKI BLOG : http://nowilkirin.blogspot.com/ & Renungan N Kisah Inspiratif)

Surat Ayah Untuk Anakku

oleh : Anonim

Aku tuliskan surat ini atas nama rindu yang besarnya hanya Allah yang tahu.

Nak, menjadi ayah itu indah dan mulia. Besar kecemasanku menanti kelahiranmu dulu belum hilang hingga saat ini. Kecemasan yang indah karena ia didasari sebuah cinta. Sebuah cinta yang telah terasakan bahkan ketika yang dicintai belum sekalipun kutemui.

Nak, menjadi ayah itu mulia. Bacalah sejarah Nabi-Nabi dan Rasul dan temukanlah betapa nasehat yang terbaik itu dicatat dari dialog seorang ayah dengan anak-anaknya.

Meskipun demikian, ketahuilah Nak, menjadi ayah itu berat dan sulit. Tapi kuakui, betapa sepanjang masa kehadiranmu di sisiku, aku seperti menemui keberadaanku, makna keberadaanmu, dan makna tugas kebapakanku terhadapmu. Sepanjang masa keberadaanmu adalah salah satu masa terindah dan paling aku banggakan di depan siapapun. Bahkan dihadapan Tuhan, ketika aku duduk berduaan berhadapan dengan Nya, hingga saat usia senja ini.

Nak, saat pertama engkau hadir, kucium dan kupeluk engkau sebagai buah cintaku dan ibumu. Sebagai bukti, bahwa aku dan ibumu tak lagi terpisahkan oleh apapun jua.Tapi seiring waktu, ketika engkau suatu kali telah mampu berkata: "TIDAK", timbul kesadaranku siapa engkau sesungguhnya. Engkau bukan milikku, atau milik ibumu Nak. Engkau lahir bukan karena cintaku dan cinta ibumu. Engkau adalah milik Tuhan. Tak ada hakku menuntut pengabdian darimu. Karena pengabdianmu semata-mata seharusnya hanya untuk Tuhan.

Nak, sedih, pedih dan terhempaskan rasanya menyadari siapa sebenarnya aku dan siapa engkau. Dan dalam waktu panjang di malam-malam sepi, kusesali kesalahanku itu sepenuh-penuh air mata dihadapan Tuhan. Syukurlah, penyesalan itu mencerahkanku.

Sejak saat itu Nak, satu-satunya usahaku adalah mendekatkanmu kepada pemilikmu yang sebenarnya. Membuatmu senantiasa berusaha memenuhi keinginan pemilikmu. Melakukan segala sesuatu karena Nya, bukan karena kau dan ibumu. Tugasku bukan membuatmu dikagumi orang lain, tapi agar engkau dikagumi dan dicintai Tuhan.

Inilah usaha terberatku Nak, karena artinya aku harus lebih dulu memberi contoh kepadamu dekat dengan Tuhan. Keinginanku harus lebih dulu sesuai dengan keinginan Tuhan. Agar perjalananmu mendekati Nya tak lagi terlalu sulit. Kemudian, kitapun memulai perjalanan itu, tak pernah engkau kuhindarkan dari kerikil tajam dan lumpur hitam. Aku cuma menggenggam jemarimu dan merapatkan jiwa kita satu sama lain. Agar dapat kau rasakan perjalanan ruhaniah yang sebenarnya.

Saat engkau mengeluh letih berjalan, kukuatkan engkau karena kita memang tak boleh berhenti. Perjalanan mengenal Tuhan tak kenal letih dan berhenti, Nak. Berhenti berarti mati, inilah kata-kataku tiap kali memeluk dan menghapus air matamu, ketika engkau hampir putus asa.

Akhirnya Nak, kalau nanti, ketika semua manusia dikumpulkan di hadapan Tuhan, kalau boleh aku berharap, aku ingin saat itu aku melihatmu dekat dengan Tuhan. Aku akan bangga Nak, karena itulah bukti bahwa semua titipan bisa kita kembalikan kepada pemiliknya.

Dari ayah yang senantiasa merindukanmu, air mata ini masih menetes saat akan kututup suratku ini nak. Semoga kalian berbahagia di dunia dan akhirat.

Amin Yaa Alloh Yaa Robbal Alamin.