Seperti kemarahan yang selalu ada, apapun yang terjadi hanya membuat semuanya menjadi semakin membingungkan, tapi itulah realita kata mereka. Kalaupun keputusan telah dibuat apakah semua hasrat dan keinginan diri bisa terpenuhi dengan apa adanya??? Kepastian mungkin itu yang selalu membenakkan, dan aku yakin atas hal itu, karena Allah telah menerangkan dalam firman2-Nya.
Mungkin lebih baik aku menjauh supaya mereka mengerti, tapi dia mungkin belum belajar untuk mengerti dan mendengarkan atau masih belajar, karena mungkin terlalu sibuk dengan keinginan dan hasrat jiwa yang selalu ingin untuk dipenuhi, walaupun itu terlalu naif di dunia realita. Kata mereka, kita tidak hidup di dunia mimpi, tapi hidup dimulai dari sebuah mimpi dan itu yang aku jalani. Aku bermimpi dan memutuskan sehingga ada jembatan diri untuk memenuhi dengan apa adanya.
Terlalu muluk dan apa adanya, realita dengan impian, bahkan semakin disatukan dan semakin dijauhkan, karena mereka adalah dua hal yang berbeda dan akan selalu berbeda. Ketika langkah menciptakan satu per satu jalur yang dulunya lupa untuk dilalui, pembelajaran diri dan semua sejarah hidup yang selalu coba aku telaah kembali, itu yang membangkitkan jiwa dari keterpurukan yang tergoncang oleh angin yang terkadang tidak dimengerti arahnya.
Allah lebih tau apakah aku lebih baik kehilangan atau mepertahankan apa yang ada, dan tinggal menunggu keputusan-Nya. Jika aku harus kehilangannya, maafkan diri karena tidak bisa menjaganya lagi dan aku akan belajar untuk mengerti kalau itu adalah sebuah keputusan yang dibuat di dunia realita, dan aku akan belajar apapun yang telah kudapat tidak akan bisa kumiliki selamanya. Jika aku harus mempertahankannya, maka aku akan belajar untuk lebih bijaksana dalam menjaganya, sehingga semua hasrat jiwa bisa lebih baik lagi kuaturkan. Semoga Allah selalu membimbing dan memberi rahmat-Nya di setiap lembaran hidup itu, Amin.
Dengan semua semangat dan semua yang Alhamdulillah masih aku punyai sekarang, aku akan selalu mencoba mengerti, berfikir dan terus belajar agar semuanya tidak terbuang dengan sia-sia, In sha Allah...
Dengan kekuasaan Allah yang selalu terlihat nyata di dunia ini. Subhanallah, langit mungkin pun bisa berteriak kepada angin yang tidak tunduk pada-Nya. Tapi itulah realita dalam keputusan yang berujung pada hasrat jiwa dan keinginan yang dicoba untuk difahami.








0 comments:
Post a Comment