"Segenggam perih yang mungkin masih tersimpan
Ataukah sebongkah batu keraguan masih menyelimuti
Mungkin juga ketakutan akan kata mencintai masih menyelinap masuk
tersadar dengan pernyataan ketika aku takut jatuh cinta"
Tentang semua kisah, kerinduan, dan keyakinanku...
Aku masih ingat kisah kebodahan atau kepintaranku waktu masih duduk di bangku SMA. Pengertian belum kudapat saat harus menunggu dan menunggu saat perjumpaan yang dijanjikan telah datang, tapi nyatanya dia adalah seseorang yang hanya menyanjungkan fisik, aku sadar diri bukanlah bidadari surga yang cantik dan menawan, tapi aku harus berterima kasih padanya, karena semenjak itu aku ingin membuktikan bahwa fisik bukanlah satu hal yang patut dibanggakan untuk sebuah kesuksesan, tapi usaha dan keyakinan pada ketetapan Allah yang menjalankan semuanya untuk meraih apapun yang menjadi target serta planning dalam hidup untuk mencapai kata "sukses".
Dan kejadian lain saat masih di SMA dulu yang sempat membuatku tertegun dan tertawa sendiri ketika memikirkannya sekarang, walau aku tahu itu juga sebuah kebohongan atau kata lainnya pelarian yang dia tujukan ke aku karena ketidakmampuannya membangun dengan orang yang dia sayangi, maaf tapi waktu itu aku masih terlalu kaku dengan yang namanya kasih sayang terhadap seseorang, sehingga hanya kekaguman atas perubahan yang insan itu lakukan yang membuat jiwa mencoba untuk merangkai kisah baru dengannya, tapi Alhamdulillah itu tidak terjadi karena telah kuketahui lebih dulu dengan semua kebenaran yang tersimpan rapat, namun kuncinya telah jatuh ke tanganku...
Kuakui waktu masih duduk di bangku SMA, aku masih merasa tidak membutuhkan sesuatu yang namanya cinta atau kasih sayang dari seseorang, berhubung sahabat-sahabat lawan jenisku banyak dan mereka semua Subhanallah membuat semua masalah ataupun semua yang terjadi menjadi lebih ringan dan menyenangkan, termasuk sahabat-sahabat terbaikku "Kami Berteman" yang selalu ada buat semua yang terjadi dalam hidupku... terima kasih buat kalian semua^_^
Tapi, perasaan lain datang saat telah menyelesaikan Diplomaku yang pertama tahun 2008. Bertepatan dengan keinginanku itu pula ada seseorang yang datang dalam hidupku dan memulai menuangkan kasih sayang itu dengan perlahan ke dalam diri ini, tapi ternyata prinsip berhubungan kami berbeda, dan aku tidak menginginkan sebuah hubungan yang dijalani akan dilandasi dengan "kebohongan dan kata-kata manis", karena bukan itu inti dari sebuah hubungan menurutku, malahan itu yang akan menghancurkan hubungan itu perlahan. Dan hasrat diri tidak ingin membangun hubungan yang akhirnya ingin dihancurkan. Kisah yang hanya sebentar ini memang terlalu membekas dihatiku, mungkin masih ada perasaan yang tidak tertuntaskan sampai hari ini dengannya, karena dia tidak pernah tau apa yang sebenarnya ada dalam hati ini untuk dia. Tapi maafkan diri ini yang hanya ingin memulai hidupku yang baru hari ini, detik ini aku hapuskan semua yang tersimpan untuknya dengan bait-bait kalimat yang aku tulis. Karena dengan kesadaranku aku bisa mengatakan bahwa "Dengan izin Allah, Aku tidak menginginkan dia untuk aku"... Inshallah^_^
Subhanallah, 5 tahun telah berjalan saja dengan indahnya mengalunkan lagu-lagu kehidupan yang telah terlewat dengan semua nyanyian denyut jantung yang mengikutinya. Selama itu pula kakiku telah mendayung sepeda roda satuku sendiri di negara yang sekarang telah menjadi rumah keduaku, dengan semua yang harus difikirkan dengan matang dan memilih apa yang harus dilakukan pada akhirnya.
Inilah aku, yang terkadang terlalu memegang prinsip yang telah kubuat dan kucoba untuk masukkan ke dalam hidupku dengan pertimbangan-pertimbangan yang kukaitkan dengan semua yang sedang dijalani. Aku yang masih saja mencoba sebaik mungkin untuk bisa beranjak dari kumpulan-kumpulan cerita yang terbesit di dalam hati. Tapi aku tahu aku bisa, In shaa Allah..^_^
Ketika aku takut jatuh cinta, mungkin lebih kepada hakikat cinta yang mengatakan "saat kamu berani mencintai berarti kamu telah berani untuk disakiti"... tapi aku akan beranjak menjadi seorang yang kuat sehingga aku siap untuk sakit, karena cinta yang membuat semuanya indah. Dan yang aku tahu cinta membuat kita lebih bahagia dengan kesedarhaannya, sehingga sakit yang dirasa akan menjadi terobati dengan keromantisannya yang terkadang tersentuh dengan lembutnya, sehingga terkadang kita tidak sadar telah tersentuh olehnya.
Mungkin juga ketika aku takut jatuh cinta dikarenakan kisah-kisah yang terlewati dan perih yang pernah terasa, tapi bukankah itu yang menjadi referensi dalam hidupku yang akan datang, untuk menjadi orang yang lebih baik dan bisa menjadikan aku lebih bijaksana dalam melangkahkan kaki dan memutuskan apa yang ingin aku lakukan dalam hidupku, mungkin lebih kepada keputusan untuk mencintai... In shaa Allah^_^
Ketika aku takut jatuh cinta, ini lebih kepada waktu yang dirasa bukanlah saat yang tepat untuk mencintai, karena aku tau kalau aku mencintai sekarang itu bukanlah "cinta hakiki" dan tidak akan ada rahmat dan ridha Allah di dalamnya, yang harus aku lakukan sekarang adalah aku harus berusaha menjaga dan memurnikan hati sehingga waktunya tiba nanti... In shaa Allah^_^
Aku yakin suatu hari nanti aku akan mengatakan dengan keberanianku dan kebahagianku bahwa "Aku Telah Jatuh Cinta" dengan seseoarang yang telah menjadi imamku di bawah sebuah ikatan suci pernikahan. Karena dengan itu "cinta hakiki" akan tumbuh dengan rahmat dan ridha Allah di dunia dan akhirat nanti, In shaa Allah...^_^
Inilah masaku untuk memperbaiki diri, karena hamba ini yakin pada ketetapan Allah itu selalu terbaik bagi hamba2-Nya dan Allah lebih tau kapan waktu terbaik buatku ^_^ seperti kutipan surat di bawah ini"
"Telah pasti datangnya ketetapan Allah, maka janganlah kamu meminta-minta agar disegerakan (datang)nya. Mahasuci Allah dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan." (QS. 16 : 1)...
Semoga bisa menjadi penenang hati dan penyejuk dalam setiap kegersangan yang terasa, Amin^_^








0 comments:
Post a Comment