Sunday, 25 October 2015

Ungkapan pada Negeri

Bismillahirrahmanirrahim,
Bingung ingin memulainya dari mana, cerita tentang aku, kamu, dan kita serta kalian juga. Fikiran ini hanya menguntai semua bagian bumi yang telah dijelajah, walaupun selama kurang lebih hampir dua bulan tubuh ini telah berada dan kembali ke Ibu Pertiwi tercinta. Apa rasa cintaku pada negri terhormat telah berganti dengan rasa bimbang dan ketakutan??? Mungkin saja, tapi apakah iya?! Diri saja masih tidak memahami keadaan isi kepala. Bimbang akan apa yang sebenarnya terjadi pada tanah airku dan takut akan kemampuan diri yang tidak sanggup bertahan untuk tinggal di atas bumi yang aku pijak saat ini, Indonesiaku…

Setelah 9 tahun raga ini bermain dan menetap di negara lain, 8 tahun di Sydney, Australia dan 1 tahun di Manchester, UK dari saat berusia 18 tahun sampai 27 tahun. Keputusan untuk kembali ke tanah kelahiranku seperti menyisakan banyak tanda tanya dan pastinya keraguan. Kehidupan yang teratur, sistem yang jelas, orang-orang yang berkomitmen pada waktu dan semua yang sebenarnya di ajarkan agamaku ada di sana. Iya!! di negara yang mayoritasnya adalah orang-orang yang beragama berbeda denganku, miris memang, tapi itulah adanya. Di sana diri ini belajar lebih mengenal agama yang dianutnya, bangga menjadi seorang pengikutnya dan berusaha menjalankan aturan yang disyariatkan. Walaupun, diri masih menyadari betapa fakirnya ilmu tentang keyakinan yang dipercayainya. Tapi, semangat mencari tahu melebihi kobaran keinginan batang mempertahankan daunnya. Di sana pula, di tempat itu kebanggaanku atas negeri yang kaya akan hasil alam dan indah akan hamparan bumi, tinggi meroket mencapai langit, setinggi keinginanku untuk mengabdi padanya. Serta di sana, saat kebanyakan orang mengatakan “your country is very poor and it will be hard to grow based on the research I have read” (negara kamu sangat miskin dan akan sulit untuk berkembang berdasarkan penelitian yang saya baca), diri ini bagai bara yang akan menjadi api, berlaju lewat kata dan perbuatan untuk membuktikan kami adalah bangsa yang berwibawa. Tapi sekarang, di manakah kebanggaan itu?? Di manakah rasa percaya diri itu?? Di manakah wibawa itu?? Apakah hilang?? bersama asap yang menghancurkan negeri, yang menjadi pengganggu bagi negara-negara tetangga, dan yang menghilangkan banyak tunas-tunas bangsa yang mungkin saja suatu saat nanti dia bisa menjadi salah satu pengharum nama negeri ini. Semua bagaikan gumpalan awan yang pekat, berlari-lari di langit waktu saat ini, sehingga dia ingin bercerita dan bergurau dengan langit di atasnya, dengan Tuhannya.

Sebagian diriku merasa diri ini mengharuskan untuk focus dengan semua rencana-rencana yang telah ditulis dan tetap berada di negara ini, tapi sebagian lain membisikkan kata tidak mampu dan berakhir dengan keinginan untuk mencari ruang pergi ke atas bumi yang lain. Harapan untuk mengabdi seperti perlahan pudar, tapi rasa sayang ini tetap tinggal dengan impian menjadikan negeri terhebat. Selanjutnya sebagian jiwa ini merasakan kenyamanan dengan dekapan, senyum, serta dukungan orang tua dan orang-orang terdekat, yang pastinya menjadi alasan kuat untuk tetap berada di sini. Aku yakin ini adalah tahapan menuju penerimaan atas adaptasi yang sedang bergulat dalam benakku. Diri tidak mengerti, sampai kapan dia akan bertahan, atau mungkin dia akan bertahan. Wallahu’alam…

Ungkapanku pada negeri Ibu Pertiwi.

                                                                                    Seorang anak negeri,

                                                                                    (Devi Keumala)