Tuesday, 1 April 2014

Coba Dengarkan...


Terlintas kelu yang terlewatkan oleh mata yang terkadang memandang salah
Dilanjutkan dengan berbagi cerita apa adanya dengan melupakan kekurangan yang sering terlihat
Menghadapi kelebihan yang tampak namun tetap pada tempatnya dan terus tidak bergerak mencari kesempurnaan karena mengetahui bahwa pertimbangan terlalu banyak untuk diawasi
Namun senyuman dan penglihatan pasti bermain lagi dan lagi....

Ada kalanya semua permasalahan masing-masing kita harus dimengerti, karena semuanya ada untuk kita saling melengkapi dan membangun, bukan menjatuhkan kita pada rasa takut.
Kepekaan terhadap cinta itu sendiri juga tidak bisa dirasakan, tertutup oleh daun-daun hati yang tidak ingin beranjak dan tetap berdiam menuju arah jalan yang telah dipilihnya
Keberanian pun tidak ingin memperlihatkan keinginannya untuk melangkah lebih dekat lagi
Denyut jantung yang kita dengar berlari lagi dan lagi....

Aku terlalu membenci hal yang dilakukan terpandang biasa bagi sebagian orang, namun sangat bermakna berkebalikan dari kebaikan yang kucari
Berharap pada arah membelakangi dan kata ‘kita’ berlalu saat langkah kaki berlawanan, yaitu menjauh
Kejujuran hati seperti sulit untuk ditangkap dan dimasukkan pada sangkar kehidupan dan akhirnya kita bisa menuju kata memulai
Tapi saat ini keinginan hati kita hanya saling menatap dengan keangkuhannya lagi dan lagi

Kenapa tidak adanya kata untuk bisa menjadikan semuanya yang ada di benak kita sebagai garis lurus yang sama dan menjalaninya
Keegoisan masing-masing kita tercipta dan membuat semuanya menjadi tidak bermakna, sehingga petualangan lain kita mulai
Adakah waktunya saat kita saling mengerti dan pandangan mata kita menjawab tanpa mengeluarkan argumen
Lagi dan lagi tidak tercipta pada detik selanjutnya, karena pelarian kita terhenti untuk bergandengan dan membuka pintu baru bagi kita berdua

Allah Maha Tahu Sobat, kita makhluk-Nya, jadi biarkan waktu yang akan menjawabnya, In shaa Allah
Categories:

0 comments:

Post a Comment